About Me

My photo
If god has a permission, i just wanna be a prophet after muhammad. I even have an obsession tobe a god. But that dream has gone after i was born in this world.

Monday, April 9, 2007

Via Dolorosa

PROSESI Jalan Salib (Via dolorosa) yang dilakukan sejumlah jemaat usai kebaktian Minggu tampak mewarnai perayaan Paskah atau kebangkitan Yesus Kristus di sejumlah kota termasuk Jogja.

Sejumlah Gereja memanfaatkan momentum perayaan Paskah dengan menggelar via dolorosa atau jalan salib. Para jemaat baik anak-anak, remaja-pemuda dan orang tua dengan antusias berbaur melakukan proses fragmen yang menggambarkan penyiksaan Yesus di kayu salib oleh tentara Romawi.

Selain prosesi Jalan Salib, sejumlah jemaat disuguhkan dengan bagi kasih melalui telur Paskah, sebagai bentuk penghargaan kepada sesama manusia. Barangkali proses Jalan Salib bukan sekadar seremonial belaka, tetapi makna dari penderitaan Yesus yang harus manusia implementasikan.

Aku jadi teringat sewaktu masih sering mengunjungi Sendang Sriningsih di Desa Gayamharjo Prambanan Sleman DIY. Sendang Sriningsih biasa digunakan oleh umat Nasrani untuk melakukan kebaktian bersama. Terutama pada hari jumat tertentu, banyak umat yang datang dari jauh untuk ikut melakukan kebaktian bersama.

Waktu itu aku tinggal di desa itu untuk keperluan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jadi lumayan lama juga setiap hari jumat singgah bahkan tak jarang juga ikut kebaktian, meskipun aku bukan seorang Nasrani.

Aku salut pada warga di desa yang terletak di paling tenggara Kabupaten Sleman itu. Sebelah timur desa itu berbatasan dengan klaten, selatan Gunungkidul dan sebelah barat berbatasan dengan Bantul. Di tengah pluralisme di sana umat Muslim dan Nasrani hidup berdampingan secara harmonis.

Waktu lebaran di desa itu, para remaja dan pemuda yang beragama Nasrani ikut membantu mengamankan. Sebaliknya dalam perayaan Natal maupun Paskah remaja muslim di sana ikut membantu proses pelaksanaan.

Aku tak tahu, bagaimana lagi, nasib Dusun Jali yang aku pernah menjadi bagian darinya. Karena akibat gempa Mei 2006 lalu kampung itu luluh lantak digoncang bumi. Sebenarnya aku ingin sekali ke sana, mengantarkan seseorang untuk merayakan Paskah di Sendang Sriningsih.

No comments:

Post a Comment

terima kasih Anda telah memberikan komentar di blog ini