Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2007

Mbah Jo Gong

Gambar
PARJO (77) hampir menyelesaikan Saron yang dipesan seorang dari Jepara saat matahari tepat di atas belahan kepala, Selasa (8/5). Di depan rumahnya di Dorowati I Kelurahan Krobokan Semarang inilah pria yang dikenal dengan sebutan Mbah Jo Gong ini sudah selama 55 tahun setia membuat gamelan.

Berbagai alat musik modern boleh datang dan pergi. Begitu pula alirannya silih berganti diikuti dan ditinggal para pemujanya. Namun kesetiaan Mbah Jo Gong pada alat musik tradisi gamelan tidak lekang zaman. Meskipun, kini ia benar-benar merasa sendiri mempertahankan ikon Jawa itu, menjadi perajin gamelan. Seiring menurunnya minat masyarakat terhadap gamelan, kini ia pun sepi orderan.

“Sejak munculnya campur sari, peminat gamelan mulai sepi. Apalagi setelah ada karaoke,” ujar pria yang sejak tahun 1952 menjadi perajin gamelan di Semarang, kemarin.
Pada zamannya, pria yang telah belajar membuat gamelan sejak berusia 16 tahun ini telah merasakan masa keemasan musik gamelan. Namun ketika musik gamelan men…

tradisi nyadran

Gambar
SAYA sepakat jika Islam sebagai agama yang dianut oleh orang Jawa mesti terlepas dari atribut bangsa arab. Karena menjadi sebuah keniscayaan terjadinya sebuag akulturasi budaya dan agama. Sebab ketika Islam datang di tanah Jawa, leluhur kita sudah mempunyai budaya tersendiri. Hanya saja yang perlu diberikan pemahaman adalah pemilahan mana budaya mana agama.
Hal sepeti itu aku temukan di sebuah dusun di lereng Gunung Merbabu Jawa Tengah menjelang bulan Ramadan tahun lalu. Sudah menjadi tradisi bagi orang Islam khususnya jawa melakukan Nyadran. Sebuah tradisi untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggal agar mereka tenang di alam sana.





nyai kendit

PUNCAK Merapi terlihat cerah dari Cekdam Sungai Blongkeng di Dusun Berokan Desa Pucanganom Srumbung Magelang, Sabtu (9/12) pagi. Gemericik air di sungai yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai jalan para lelembut menuju puncak Merapi masih terdengar syahdu belum terganggu raungan mesin pengeruk pasir yang menderu.
Sampai saat ini Sungai Blokeng masih perawan belum tersentuh tangan-tangan besi mesin pemakan tanah. Di tempat itulah, seniman asal lereng Gunung Merapi, Agus "Merapi" Suyitno, melakukan ritual nyai kendit.

Ritual itu sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan yang menciptakan Gunung Merapi dengan kesuburan tanah lerengnya, juga yang melimpahkan air begitu jernih. Selain itu juga merupakan simbol tanda penghormatan kepada Nyai Kendit yang dipercayai sebagai sang dewi hujan, awan dan kabut Merapi.
Sebagian warga yang tinggal di sekitar lereng Merapi sampai saat ini masih meyakini bahwa pada bulan Desember ini sang dewi hujan sudah mulai menguyurkan hujan yang…

Dewa Bumi

Gambar
“Semoga angin bertiup lembut, hujan pada masanya, negara aman rakyat aman santosa.”

DEMIKIAN harapan ribuan umat Tri Dharma (Budha, Tao dan Kong Hu Cu) yang mengikuti ruwat bumi dengan melaksanakan kirab Kongco Hok Tek Tjing Sin (Dewa Bumi) di sepanjang jalan utama Kota Magelang, Sabtu (17/3).

Umat Tri Dharma yang sebagian besar merupakan warga Tionghoa tersebut mempunyai keyakinan, dengan kirab bersama-sama yang disertai hati yang tulus, Dewa Bumi akan memberikan berkah pada seluruh negeri. Sekitar 27 klenteng se-Jawa turut serta dalam arak-arakan yang dimulai dari kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio di Alun-alun Kota Jasa.


Selain dari tuan rumah, hadir umat klenteng antara lain dari Cilacap, Kudus, Lasem, Semarang, dan Temanggung. Setiap kelenteng ramai-ramai mengarak Kimsin (arca) Hok Tek Tjing Sin dengan sebuah tandu kebesaran. Tiga ogoh-ogoh yang menggambarkan Dewa Rezeki, Dewa Kebahagiaan, dan Dewa Panjang Umur juga diusung dalam kirab yang digelar berkena…

bulan maria

Gambar
DALAM tradisi Gereja Katolik, para umat memberikan penghormatansecara khusus kepada Bunda Maria yang Ibu Yesus Kristus itu selama Bulan Mei dengan melakukan doa rosario. Mereka melakukan ziarah di berbagai Goa Maria yang kini telah banyakberkembang di berbagai daerah.

Seperti yang dilakukan ratusan umat Kristen Katolik dari sejumlah daerah di sekitar Magelang mengikuti misa kudus pembukaan Bulan Maria di Goa Maria Desa SumurArum, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Senin (30/4) malam. Misa dipimpin Kepala Gereja Katolik Kevikepan Kedu Romo A. Wahadi Pr secarakhusuk mulai sekitar pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.
Umat yang datang ke Goa Maria Grabag baik laki-laki, perempuan,pemuda, remaja dan anak-anak itu antara lain dari Magelang, Salatiga,Boyolali, Yogyakarta, Temanggung, Ambarawa dan Semarang.


Goa Maria yang terkenal baik di dalammaupun luar negeri selama ini adalah Sendang Sono di PegununganMenoreh, Kulon Progo, Yogyakarta. Goa Maria Grabag diberkati olehUskup Agung Semarang Mgr Ignat…

Tradisi Bali

Gambar
IF there’s a heaven, it’s better like Bali.

Begitulah kira-kira ungkapan Michael, seorang wisatawan asal Kanada saat menikmati suguhan tari Kecak sembari memandangi surya yang mulai redup menurun di ufuk barat Pura Luhur Uluwatu, Rabu (28/3).

Pemandangan di kawasan pura yang bertengger persis di atas batu karang yang menjorok ke laut itu memang luar biasa indahnya, terlebih-lebih tatkala senja mulai tiba saat surya akan tenggelam. Berada di ujung paling barat semenanjung Bukit, Kabupaten Badung, Pura Sad Kahyangan itu dipercaya masyarakat setempat menjadi penyangga salah satu dari sembilan arah mata angin.

Dari cerita masyarakat setempat, pura ini pertama-tama dipakai sebagai tempat untuk memuja seorang pendeta suci bernama Empu Kuturan yang datang pada abad ke-11. Dialah yang menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala peraturan tata tertibnya. Berikutnya pura itu dipakai untuk pemujaan pendeta suci Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan suc…