About Me

My photo
If god has a permission, i just wanna be a prophet after muhammad. I even have an obsession tobe a god. But that dream has gone after i was born in this world.

Sunday, May 25, 2008

Konser Letto

RIBUAN penonton dan Lettoholic (fans berat Letto,red) yang tumpah ruah di Stadion Chadradimuka, Kebumen seakan tidak rela menerima kenyataan bahwa “Sebelum Cahaya” menjadi penutup konser bertajuk A Mild Live Letto Live in Concer, kemarin. Namun para kawula muda itu tak bisa berbuat apa-apa saat konser itu benar-benar berakhir.

Ya, konser yang menampilkan grub band asal kota gudeg Yogyakarta, Letto itu benar-benar mampu memuaskan hasrat bermusik remaja Kebumen. Tidak kurang dari dua jam, Letto tampil perkasa membawakan 12 lagu tanpa jeda.

Tembang Truth, Cry, and Lie, single hit album pertama mereka dengan judul sama mengawali konser grub band yang digawangi Noe (vokal), Patub (gitar), Arian (bas), dan Dedi (drum) kali pertama di Kebumen. Tanpa banyak basa-basi usai lagu pembuka, grup musik yang bermarkas di Kadipiro itu langsung kembali unjuk kebolehan dengan tembang Kau, Aku dan Obsesiku. Jingkrak penonton tak terelakkan mengikuti racikan irama yang enerjik.

Aksi Noe yang dibalut jaket jeans biru dipadu celana jeans biru ketat benar-benar menyihir ribuan penonton yang memadati stadion tersebut. Terlebih saat Letto melantunkan lagu Sampai Nanti Sampai Mati dan My Liberty Good Bye yang mengajak penonton tidak berputus asa ketika ditinggal pacarnya. Siraman air dari pemadam kebakaran sedikit mampu menyegarkan kembali untuk berjingkrak.

Bukan Letto jika tak bisa meredam kegilaan para penggemarnya. Dengan suara yang melankolik jauh dari kesan cengeng, Noe yang memiliki nama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh ini
membuat para penonton larut ikut menyanyikan lagu-lagu seperti Sandaran Hati juga Love of My Life milik band legendaris Queen.

Memang, kekuatan lirik dan musikalitas Letto menjadi magnit setiap ia tampil. Lihat saja, deretan tembang Permintaan Hati, Bunga di Malam Itu, Sampai Nanti Sampai Mati, dan tak terkecuali Ruang Rindu memiliki lirik yang puitis dan filosofis. Lagu yang terakhir itu begitu akrab dengan telinga penonton karena pernah menjadi soundtrack sebuah sinetron di televisi.

Sampai pamungkas, konser berjalan aman. Sebanyak 200 aparat kepolisian diterjunkan untuk menjamin keamanan. Sweeping ketat terhadap penonton yang akan masuk ke lokasi pertunjukan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Hasilnya, seorang penonton diamankan setelah kedapatan membawa beberapa VCD porno dan sebotol minuman keras di dalam tasnya.

2 comments:

  1. Nyuwun sewu, tidak ada istilah 'Lettoholic'. Yang ada pLettonic, coba buka www.lettolink.com

    Nidjiholic 'kale!!!

    ReplyDelete
  2. ok, thanks catatannya,bro. salam kenal

    ReplyDelete

terima kasih Anda telah memberikan komentar di blog ini