Posts

Showing posts from October, 2008

Derita Salsabil

Image
SELINTAS kondisi kesehatan Salsabil Maitsa Zulfa (7 bulan) tampak normal layaknya balita pada umumnya. Namun siapa sangka, buah kasih pasangan Agus Widodo (28) dan Nurita (26) warga Dusun Pringamba Desa Pohkumbang Kecamatan Karanganyar Kebumen itu memiliki kelainan fisik. Bayi perempuan itu dilahirkan tanpa memiliki lubang anus.

Saat membuang air besar, bayi kelahiran 22 Maret 2008 tersebut mengeluarkan melalui alat kelaminnya. Kondisi tersebut baru diketahui oleh orang tuanya saat bayi tersebut berumur 43 hari. Ketika itu, oleh orang tuanya dia mulai diberi makan selain air susu ibu (ASI) yakni pisang yang dihaluskan. Namun saat hendak buang air besar bayi malang itu selalu selalu menangis. Sedangkan berak yang keluar kecil-kecil seperti batang lidi.

"Itu pertama kali saat saya mengetahui kalau Salsabil tidak memiliki lubang anus," ujar Nurita saat ditemui di rumah orang tuanya, Kamis (30/10).

Melihat kondisi tersebut, akhirnya dia membawa anaknya ke Rumah Sakit Palang Biru G…

Konveksi Roworejo

Image
PADA dasawarsa yang lalu, perkembangan perekonomian di Desa Roworejo Kecamatan/Kabupaten Kebumen tergolong maju pesat. Hal itu tak lepas dari suksesnya industri kecil dan rumah tangga dalam bidang konveksi di desa itu.
Sayang, riwayat kejayaan "kerajaan' konveksi Roworejo tidak sanggup bertahan lama. satu per satu mereka tumbang, sedangkan yang mampu bertahan bisa dihitung dengan jari. Antara tahun 1995-1999 hampir setiap rumah di Desa Roworejo memiliki usaha bidang konveksi khususnya produksi celana di desa itu. Ratusan produk celana berbagai model yang dipasarkan di sejumlah daerah di Indonesia merupakan hasil produksi sebanyak 120 perajin di desa itu.
Boleh dibilang, kala itu setiap warga di desa itu menjadi juragan celana. Ibaratnya, tukang ngarit pun menjadi bos setelah terjun membuat konveksi. Desa itu pun mirip perusahaan tekstil yang mampu menyerap tenaga kerja. Lihat saja, setiap unit usaha memiliki sebanyak lima hingga 30 karyawan yang berasal dari luar desa. "…

Negeri Koruptor

Image
Beberapa waktu yang lalu percakapan antara jaksa Urip dan Artalyta (Ayin) dalam kasus BLBI jadi pusat perhatian, bahkan sampai dijadikan ring-tone (nada panggil ) HP

Kasus serupa terjadi di Kabupaten Boalemo, Propinsi Gorontalo. Rekaman percakapan antara jaksa kejaksaan negeri setempat dengan staf pemerintahan kabupaten juga menghebohkan dan dijadikan ring-tone.

Bedanya, percakapan Urip dan Ayin banyak memakai kata sandi, sedangkan percakapan di Boalemo malah sangat vulgar dan jelas.

Dari suaranya, diduga yang berbicara adalah Kepala Kejaksaan Negeri Boalemo, Tilamuta Ratmadi Saptono SH.

dalam Percakapan berdurasi 34 menit itu disebut2 soal janji menyerahkan uang...

Salah satu cuplikan rekaman percakapan telpon itu:
"... paling kasih 15 juta. proyek dia miliaran, Handoyo kalau ngasih dibawah 50 juta, saya ndak akan terima. kasih tahu dia.... kalau dia ngasih 20 juta, nggak usah temui saya. Saya tangkap dia nanti..."

Rekaman itu mulai beredar di masyarakat sepekan lalu dan kini kian…

Peristiwa Kanonade (3-habis)

Image
SERANGAN Belanda ke Desa Candi Kecamatan Karanganyar, Kebumen pada 19 Oktober 1947 sudah menjadi sejarah. Perisitiwa yang dikenal dengan sebutan Kanonade atau Kanon Candi yang menelan korban 786 rakyat tak berdosa itu menegaskan bahwa betapa kemerdekaan bangsa ini ditebus dengan darah dan air mata leluhur kita.

Banyak korban berguguran baik dari para pejuang kemerdekaan maupun rakyat jelata. Setengah abad lebih berlalu dari peristiwa itu. Para selaku sejarah sudah banyak yang meninggal. Tinggal beberapa orang saja yang masih hidup. Itu pun sudah berusia lanjut. Kalau tidak generasi sekarang, siapa lagi yang menghargai pengorbanan mereka. Ironisnya, tidak banyak generasi sekarang yang tahu sejarah perjuangan itu.

Ya, dalam pelajaran sejarah di sekolah, perjuangan rakyat Kebumen melawan penjajah memang tidak begitu dikenal. Padahal perlawanan mereka begitu heroik. Para guru tampaknya perlu menyisipkan perjuangan lokal para pejuang untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Bahwa orang tua m…

Peristiwa Kanonade (2)

Image
SENJATA kanon merupakan ukuran di atas senapan mesin. Pada perang dunia (PD) II sejumlah negara sudah menggunakan senjata jenis ini. Jerman yang mendobrak menggunakan kanon untuk mempersenjatai Me-109-nya (Rheimental dan Mauser kal 20 dan 30 mm). Negara lain yang menggunakan kanon dalam PD adalah Inggris(Hispano Suiza 20mm), Rusia (VYa kal 23mm dan ShVAK 20mm) dan Jepang dalam (kal 20mm) PD II.

Dampak ledakan peluru ini membawa dampak luar bisa. Luka akibat terkena serpihan peluru kanon itu, Medi yang kini bapak tujuh anak dan kakek 24 cucu tersebut baru bisa sembuh setelah setahun diobatkan di Yogyakarta. Hingga saat ini bekas luka itu masih terlihat, berwarna hitam seperti bekas terbakar.

"Meski luka tapi saya masih bersyukur tidak mati karena peluru itu," ujar Medi sembari menunjukkan bekas luka di tangannya.

Baniyah (78) saksi lain yang masih hidup menceritakan, saat serangan Belanda ke Desa Candi, benar-benar menakutkan. Banyak orang mati di sembarang tempat. Ada pula y…

Peristiwa Kanonade (1)

Image
DESA Candi Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen menjadi saksi kekejaman pemerintah kolonial Belanda pada perang kemerdekaan RI.Pada masa agresi militer Belanda I atau yang dikenal dengan Kles I, Belanda membumihanguskan Desa Candi dengan menggunakan senjata kanon persis pada tanggal 19 Oktober 1947.

Berikut laporan tentang peristiwa yang dikenal sebagai Kanonade atau Kanon Candi yang telah terjadi 61 tahun silam.

MINGGU wage pagi, 19 Oktober 1947 berjalan seperti biasa. Sejak pagi buta pasar Desa Candi cukup ramai dipadati warga. Maklum, kondisi yang tidak memungkinkan akibat perang, Pasar Karanganyar dipindah untuk sementara ke pasar Candi. Di tengah hiruk pikuk tawar menawar di pasar tersebut, tepat pukul 07.00 sebuah desingan peluru terdengar mengalihkan perhatian.

Sedetik kemudian pasar yang penuh orang itu porak poranda akibat terjangan peluru kanon yang muntahkan dari tangsi Belanda di Gombong, sekitar tujuh kilometer dari Desa Candi. Orang-orang pun panik, berlarian untuk me…

Sate Ambal

Image
MENGAKU pernah singgah di Kabupaten Kebumen, namun belum pernah merasakan lezatnya sate khas Ambal, boleh jadi pengakuan itu diragukan. Sebab belum sempurna rasanya ke Kebumen jika belum menikmati sajian makanan khas yang sudah ada turun temurun ini.

Memang, dari bahan yang digunakan, sate khas Ambal tidak jauh berbeda dengan sate kebanyakan. Dulu seluruhnya menggunakan ayam kampung, namun kini ada juga yang memberikan pilihan manggunakan bahan ayam pedaging.

Perbedaan mencolok pada sate ini adalah pada bumbunya yang dibuat cukup spesial. Bumbu sate Ambal tidak menggunakan bahan kecap sama sekali. Bumbunya juga dicampur dengan tempe yang sudah dihaluskan. Sebelumnya tempe itu direbus terlebih dahulu. "Sate ambal rasanya juga manis, karena bumbunya menggunakan campuran gula jawa," ujar Rohiyati (26) salah satu pemilik warung sate di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, kebumen, kemarin.

Memang, puluhan warung sate khas Ambal mudah ditemui di sepanjang Jalan Deandels Ambal.…

Gula Kelapa

NGATINI (23) terus mengaduk-aduk air sadapan kelapa yang sedang direbus di tungku dapur rumahnya, di Desa Patukrejo Kecamatan Bonorowo, Kebumen, kemarin. Sesekali ia menghidupkan kembali api yang hampir mati dengan menambahkan kayu bakar lagi.

Ngatini adalah salah satu dari sekitar seratus warga Patukrejo yang bertahan menjadi perajin gula jawa. Selain berprofesi menjadi petani sebagian warga desa ini merupakan seorang pembuat gula jawa.

Setiap pagi laki-laki naik dari satu pohon kelapa ke pohon lainnya untuk menderes airnnya. Setelah terkumpul banyak baru kemudian tugas beralih kepada para perempuan. Mereka giliran memasak air kalapa tersebut hingga mengental sebelum mencetaknya dengan batok kelapa yang dibelah dua.
“Untuk membuat sekilo gula jawa diperlukan nderes enam pohon kelapa,” ungkap Ngatini, kemarin.

Dari merebus sampai mencetak, ia hanya memerlukan waktu sekitar tiga jam lamanya. Setiap pagi dan sore ia bisa membuat 34 biji atau sekitar 5kg gula jawa yang siap di…

Tekad Ponimin

Image
"DARIPADA menjadi anak buah di kapal pesiar lebih baik menjadi nahkoda di biduk sendiri." Itulah barangkali ungkapan yang pas untuk mewakili tekad kuat Ponimin (53) untuk mandiri.

Bekerja di pabrik pembuatan eternit di Malang Jawa Timur sejak 1973, dua tahun lalu warga Desa Jatiluhur, Karanganyar Kebumen itu akhirnya memilih keluar. Ia membuat dan memasarkan sendiri bahan bangunan dari campuran kalsit, semen dan cacahan kain tersebut.

"Penghasilan lumayan lebih banyak. Namun yang paling berharga bagi saya adalah kebebasan yang saya miliki," ujar Ponimin di sela-sela menyelesaikan eternit yang sudah dipesan pelanggannya, kemarin.

Ada perbedaan cukup mencolok apa yang ia rasakan ketika menjadi buruh dan saat melakoni usaha di belakang rumahnya RT 3 RW 4 di Kampung Jerukgulung itu. Kapan mengawali kerja, istirahat, maupun waktu mengakhirinya dapat ia tentukan sendiri.

Pria yang lebih populer disapa Cuik itu tak perlu tegang dalam bekerja. Tidak ada mandor yang…

Desa Grujugan

Image
Selain anyaman pandan, Kebumen mempunyai sentra kerajinan yang cukup terkenal, yakni kerajinan bambu di Desa Grujugan Kecamatan Petanahan. Produk utama yang dihasilkan secara turun temurun adalah kerajinan tudung (caping). Bagaimana kehidupan sehari-hari warga desa ini, berikut laporannya.
***

SIANG musim kemarau terasa sangat panas. Itu barangkali yang membuat Samiran (54) bertelanjang dada saat mengayam bilah-bilah bambu di serambi rumahnya di Desa Grujugan Kecamatan Petanahan, kemarin. Setelah beberapa ayaman ia selesaikan, lalu dipindahkannya di halaman samping rumah untuk dikeringkan.

"Supaya tidak jamuran, Mas," ujarnya ramah saat saya menghampirinya.

Ya, Samiran adalah satu dari ratusan warga Grujugan yang menggantungkan perekonomian keluarganya dari kerajinan tudung. Di desa yang mempunyai sekitar 170 keluarga ini, sebanyak 70 persennya adalah seorang perajin tudung. Tidak heran jika menengok tiga dusun di desa ini,
Kemranggen, Karangkemiri, dan Dusun Ngentak set…

pekerja proyek

Image
DUA orang pekerja bangunan gerobak berisi peralatan tukang bangunan saat pulang usai mengerjakan perbaikan talut rencana jalan pariwisata di pantai Logending Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang ambrol.

Di sejumlah titik talut tersebut memang sudah ambrol, meski pekerjaan itu belum selesai. Ada dugaan bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bestek, termasuk adanya dugaan penggunakan air asin dan pelaksanaan pekerjaan pondasi tidak sesuai dengan gambar. Benarkah? ***