About Me

My photo
If god has a permission, i just wanna be a prophet after muhammad. I even have an obsession tobe a god. But that dream has gone after i was born in this world.

Sunday, February 22, 2009

hipnoterapi

BAGI sebagian siswa, mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika masih menjadi momok yang menakutkan. Apalagi jika guru pengampu bertampang galak, mengikuti dua mata pelajaran itu membuat peserta didik serasa dalam kutukan. Pada akhirnya, rata-rata nilai dua mata pelajaran itu berada di titik paling rendah jika dibandingkan mata pelajaran lainnya.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwodeso Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen memiliki metode yang cukup unik untuk
mengatasi persoalan klasik itu. Yakni guru menerapkan metode hipnoterapi untuk mendongkrak prestasi siswanya.

Dengan metode itulah kemampuan belajar seorang anak ditingkatkan. Metode itu bukan menyulap si anak menjadi cerdas mendadak, tetapi untuk meningkatkan kemampuannya agar jadi lebih baik. Termasuk agar para siswa tidak takut lagi dengan mata pelajaran yang semula ditakuti.

Penerapan metode ini berawal dari pemikiran Riyanto Budi Handoyo sebagai kepala sekolah yang harus bertanggung jawab terhadap prestasi siswanya. Setelah mencoba beberapa cara, tiga tahun lalu Riyanto mulai menekuni dunia hipnotis. Awalnya coba-coba dengan membaca beberapa buku referensi tentang hipnotis. Eksperimen pertama dilakukan kepaa istrinya sendiri. Setelah berhasil dia pun mempraktikannya kepada siswanya.

"Tujuan metode relaksasi adalah untuk
meningkatkan prestasi para siswa dengan cara memotivasi anak agar lebih giat belajar dan mencintai mata pelajaran yang selama ini dianggap sebagai momok yang menangkutkan," katanya di sela-sela mengajar di kelasnya, baru-baru ini.

Beginilah cara dia dia menerapkan hipnotis kepada para siswanya dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebelum mata pelajaran dimulai, sekitar 40 siswa kelas VI sudah duduk di bangkunya masing-masing. Riyanto yang juga mengajar sebagai guru masuk kelas dan menerapkan metode itu.

Sebelum memulai menyampaian materi, dia memberikan intruksi kepada anak-anak didiknya untuk melakukan relaksasi. Pertama para siswa diajak melakukan senam pernafasan yakni menarik nafas panjang lalu menyimpan di perut, dan dikelurkan pelan-pelan. Para siswa mengikuti instruksi itu masih dalam posisi duduk santai.

Beberapa kali olah nafas itu itu dilakukan dengan mata terpejam serta pikiran terfokus pada satu hal. Saat anak-anak berada dibawah pengaruh hipnotis itulah, sang guru memberikan sugesti kepada anak didiknya. Riyanto lalu memberikan stimulus di alam bawah sadar para siswa dengan sugesti-sugesti positif tentang pelajaran. Langkah itu kata dia disebut induksi yakni agar siswa lebih santai sehingga lebih fokus dan bank ingatan pun terbuka.

Dalam sugestinya, disampaikan bahwa anak-anak itu adalah sebenarnya siswa yang pandai Bahasa Inggris dan Matematika. Setiap hasil ujian dibagikan, anak-anak mendapat nilai 100 seluruhnya. "Kalian adalah siswa yang pandai. Kalian tidak akan takut lagi dengan pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika," ujar Riyanto masih memberikan sugesti kepada para siswa yang masih "tertidur" dalam pengaruh hipnotis.


Ya, hipnoterapi adalah aplikasi hipnotis untuk kepentingan terapi. Dalam berbagai referensi, berbagai macam penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan, seperti ketakutan, stress, atau insomnia, bisa disembuhkan dengan metode ini. Tidak terkecuali metode ini mampu meningkatkan motivasi belajar para siswa. Seperti halnya metode ini bisa mengubah kebiasaan merokok, kebiasaan buruk seperti malas belajar pun bisa diubah.


Menurut alumnus Jurusan Psikologi Pendidikan IKIP PGRI Semarang itu, hipnoterapi bisa membuat pikiran anak jadi rileks, hingga belajar pun jadi indah. Menghafalkan pun jadi pekerjaan yang lebih mudah. Ini bisa terjadi dengan membuka akses pikiran bawah sadar yang menyimpan berbagai macam memori.


Bila akses ini dibuka, sesuatu yang sudah terlupakan, dengan mudah bisa diingat kembali. Termasuk memori saat masih berumur di bawah tiga tahun, bahkan ketika masih di dalam kandungan sekalipun. Seringkali terjadi pada anak-anak, ketika mereka menghadapi ujian belajar, lupa dengan apa yang sudah dipelajarinya. Tapi setelah ujian, waktu di luar kelas, jadi ingat semua.


"Itu karena pikiran tegang semua memori seolah-olah tertutup, sehingga lupa. Ini problemnya. Nah, hipnotis sebetulnya merelaksasikan ketegangan itu, sehingga memorinya tidak tertutup lagi," paparnya.


Metode ini bekerja dengan cara masuk ke dalam pikiran bawah sadar yang bersangkutan, dimana terletak berbagai file termasuk data kebiasaan untuk belajar, kebiasaan untuk rajin, kebiasaan memiliki mental juara, dan sebagainya itu. Hipnosis sebetulnya adalah bahasa lain dari relaksasi pikiran itu. Dengan metode hipnoterapi, peran diri si anak akan terbantu, sehingga memudahkan proses belajarnya. Membaca jauh lebih cepat dan menghafal pun jauh lebih mudah karena semua akses pikiran dan otak diset kesana.


Reni Fitriana salah satu siswa kelas VI SDN merasa apa yang disugestikan oleh kepala sekolahnya tampak nyata setelah dia terbangun . Semakin hari dia tidak lagi takut terhadap pelajaran bahasa Inggris dan Matematika. Bahkan, saat kepala sekolah membuat soal Matematika dia tak ragu maju ke depan kelas dan mengerjakan soal-soal itu. Dengan penuh percaya diri Reni mampu mengerjakannya dengan benar.


"Bagus, karena sekarang saya sangat senang mengikuti pelajaran Matematika," katanya usai mengikuti pelajaran.


Hal yang sama disampaikan Galang Iswahyudi, siswa lainnya. Dia mengaku senang dengan metode yang diberikan gurunya. Menurut dia, selain badannya lebih segar, dirinya juga tidak takut lagi terhadap mata pelajaran apapun.

"Selama mengikuti pelajaran jadi rileks dan tidak tegang," katanya.


Meski terhitung sudah dua tahun terakhir ini Riyanto Budi Handoyo mendalami hipnoterapi, namun metode itu diberikan kepada siswa kelas V dan VI baru-baru saja. Metode hipnoterapi ini sengaja dipraktikkan pada siswanya untuk meningkatkan prestasi anak melalui motivasi supaya para siswa lebih giat belajar dan tidak takut akan mata pelajaran yang dianggap menakutkan. Maklum selama ini pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris menjadi momok bagi para siswanya.


"Hasilnya cukup bagus, minat siswa Nanti hasilnya bisa dilihat dari hasil ulangan umum serta ujian nasional," katanya
seraya menyebutkan metode itu dia terapkan pada awal semester atau menjelang ujian nasional.

Dia meyakini metode itu memberikan efek positif bagi anak dalam berperilaku untuk selamanya karena alam bawah sadar anak telah terprogram dengan sugesti untuk memacu motivasi dalam semangat belajar. Pada intinya, saat keadaan rileks, membuka apa saja yang ada di pikiran bawah sadar, seperti konsep diri, percaya diri, fungsi memori, fungsi belajar, dan sebagainya, bisa dikelola dengan baik. Namun sebaliknya ketika anak tegang, dengan metode diancam, takut, dan sebagainya, pikiran bawah sadarnya menutup.

Lebih luas lagi, hipnoterapi bisa membantu meningkatkan prestasi seseorang, bukan anak-anak saja. Konsep diri seperti konsep belajar, mental pemenang, dan sebagainya itu ada pada setiap oaring. Pada anak-anak, konsep dirinya akan menjadi buruk, bila dipengaruhi oleh lingkungannya yang banyak mengungkapkan kata-kata negatif. Sehingga mempengaruhi konsep diri anak.

"Belum-belum si anak sudah berpikiran sulit berbahasa Inggris," ujarnya menyebutkan dengan hipnoterapi mental-mental buruk semacam itu berusaha ditata ulang.***

Tuesday, February 17, 2009

cobek penusupan

BATU-batu gunung bukan hanya bisa ditambang lalu dijadikan untuk fondasi bangunan. Di tangan orang kreatif komoditas itu bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Seperti dilakukan oleh sebagian warga di Desa Penusupan Kecamatan Sruweng, Kebumen yang memilih memanfaatkan batu gunung untuk dijadikan kerajinan cobek.

Dibandingkan dengan penambangan untuk bahan pondasi bangunan, material batu gunung yang dibutuhkan untuk pembuatan cobek relatif lebih sedikit. Artinya, tingkat kerusakan alam yang ditimbulkan pun lebih sedikit ketimbang penambangan lain yang tak jarang menggunakan bahan peledak. Selain dampak kerusakan alam yang cukup besar, penggunaan bahan peledak sangat berbahaya bagi keselamatan para penambangan.

Puluhan tahun Desa Penusupan terkenal dengan kerajinan cobek batunya. Hasil karya orang-orang desa tersebut tidak hanya dipakai oleh warga Kebumen sendiri melainkan sudah dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk ke ibukota Jakarta.

Oleh para perajin, kualitas cobek asal Desa Penusupan juga diklaim tidak kalah dengan cobek buatan para perajin di sentra kerajinan Prumpung, Muntilan Kabupaten Megalang. "Hanya saja, dari material batu, cobek penusupan masih kalah karena perajin dari Muntilan menggunakan baru gunung Merapi," ujar Mundiharjo (48) salah satu perajin cobek, baru-baru ini.

Melihat pembuatan kerajinan cobek di Desa Penusupan itu cukup unik. Berbagai tahap harus dilalui sebelum kerajinan dari batu itu bisa dipasarkan. Pertama batu-batu sebagai bahan dasar cobek ditambang dari pegunungan. Oleh para penambang, batu-batu dibentuk menjadi bundaran-bundaran mirip cobek yang masih kasar.

Di perbukitan Igir Tipis yang merupakan lahan miliki Perhutani, sedikitnya terdapat 12 orang yang bekerja menjadi penambang batu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cobek. Pada pagi hari mereka bekerja mulai dari pukul 08.00-12.00 dan pada sore hari mereka kembali bekerja mulai dari 13.00-16.00. Dalam sehari para penambang rata-rata bisa menghasilkan sebanyak 10 cobek kasar. Hasil penambangan yang menjadi cobek setengah jadi itu dijual kepada para perajin lain maupun kepada para pengepul yang menerima barang setengah jadi.

"Satu cobek kasar tersebut biasa dijual dengan harga antara Rp 1500-Rp 2000/buah," ujar Sanuri (50) seorang penampang yang sudah menjalani profesinya itu sejak puluhan tahun yang lalu.

Kemudian dari bahan dasar tersebut para perajin lain bekerja menghaluskan sehingga menjadi cobek yang halus dan siap dipasarkan. Selain dipasarkan di Kebumen, cobek itu juga dipasarkan ke luar daerah seperti Bekasi, Jakarta sampai Banten. Ada perajin yang menjual kepada para tengkulak, namun adapula yang memasarkan langsung. Seperti dilakukan Mundiharjo yang bersama rombongan yang menjual cobek bikinanya sampai ke Slawi Kebupaten Tegal. Cobek buatannya itu dijual dengan harga antara Rp 5.000- Rp 10.000.
"Biasanya dalam sebulan dua minggu membikin di rumah lalu dua minggu berjualan," katanya.
***
Menjadi perajin cobek batu sudah menjadi profesi sebagian warga Desa Penusupan Kecamatan Sruweng, Kebumen selama turun temurun. Sanuri (58) misalnya, tidak kurang dari 20 tahun menggeluti profesi itu. Bahkan sampai memiliki lima orang anak dan empat cucu dia masih setia dengan pekerjaannya; menjadi perajin cobek.

Dari batu gunung itulah nafkah keluarga dicukupi. Berkat karejinan cobek batu, ekonomi keluarga dapat dipertahankan. Selain menjadi buruh tani dan mengerjakan ladang, nyaris tumpuan perekonomian keluarganya berasal dari kerajinan cobek. Maklum hanya itu keahlian yang dia miliki. Maka dia pun bersyukur mendapat warisan keahlian itu dari para para leluhurnya.

"Sejak saya kecil sudah beljar kerajinan cobek. Katanya dahulu kerajinan itu berasal dari Desa Karangjambu, namun orang di desa kami ikut membuat," katanya.

Sanuri mengaku tidak lagi kapan dia pertama kali membuat cobek secara profesional. Yang dia ingat hanya, saat itu harganya masih Rp 25 per cobek. Dia menceritakan pada masa keemasan, hampir seluruh warga Desa Penusupan berpencaharian sebagai pembuat cobek batu. Namun seiring dengan waktu menjadi perajin cobek dan muthu (alat penumbuk bumbu dari batu) kurang diminati oleh generasi muda.

Saat ini perajin yang masih bertahan hanya masih 20 orang saja. Dia juga pernah menikmati masa keemasan sebagai perajin cobek, yakni saat belum ada saingannya. Namun ketika jumlah perajin semakin banyak, apalagi muncul para perajin cobek dari semen kondisi kerajinan semakin menurun.

"Tapi bagaimana lagi, wong namanya sama-sama mencari rejeki," katanya seraya menjamin, cobek yang berasal dari campuran semen dan pasir kualitas masih di bawah cobek batu.

Meski sekilas bentunya hampir sama, Trisno (31) perajin lain, namun dari segi kualitas cobek batu jauh lebih kuat ketimbang berbahan baku campuran menir-semen.
"Cirinya jika cobek batu dibuat mengulek cabe hasilnya masih basah, namun kalau cobek dari semen kering karena airnya cepat meresap ke material cobek," katanya katanya.

Salah satu kendala yang dialami kerajinan cobek menurut Kepala Desa Penusupan Kuswarini adalah masalah pemasaran. Selama ini warga desa masih melakukan pemasaran secara konvensional. Sebagian lagi memilih menjual kepada para pengepul karena kesulitan untuk menjual sendiri.

"Selama ini warga masih berpikir pragmatis, yang penting bisa untuk mencukupi keluarga," kata Kuswarini didampingi Sekdes Partomo.

Kendala lain yang dialami para perajin khususnya penambang adalah bahan baku. Sebab mencari batu mereka harus menambang kawasan hutan negara. Untuk itu mereka menambang di lokasi milik Perhutani dengan membayar sewa tiap bulannya. Namun sewa tidak dibayar dengan uang melainkan dengan cobek.
"Setiap orang penambang batu dikenakan kewajiban menyetorkan 25 buah cobek setiap bulan," ujar Trisno mengaku bertahan menjadi perajin cobek karena tidak punya pilihan lain.***

Serka Budi Purwanto

SEPEDA bagi Sersan Kepala (Serka) Budi Purwanto (47) bukan sekadar alat transportasi biasa. Dalam pandangan anggota TNI yang kini bertugas di Koramil IX Kuwarasan, Kebumen, sepeda menjadi sarana alat kerja, olah raga dan menjaga stamina. Dalam perpektif kesehatan, ekonomi, maupun kelestarian lingkungan, kata dia, sepeda adalah yang terbaik dari alat transportasi lainnya.

Kecintaan Serka Budi Purwanto terhadap sepada pun sangat mendalam. Meski apa yang dilakukannya, bagi sebagian orang mungkin sudah berlebihan. Namun demikian tidak mengurangi kecintaanya pada kendaraan roda dua bertenaga manusia itu. Meski memiliki sepada bermotor, pria yang tinggal di gang Kramat RT 03 RW 02 Desa Kedungbulus Kecamatan Sempor, Kebumen itu lebih memilih memakai sepada ontel saat berangkat kerja.

Kegiatan bersepeda itu dimula sejak dia dipindahtugaskan dari Brigade Infanteri (Brigif) IV Kostrad di Solo ke Makodim 0709 Kebumen pada 22 Februari 1995. Artinya sudah sekitar 14 tahun pria kelahiran 12 Janurai 1962 berangkat kerja dengan menggunakan sepeda. Padahal saat dinas di Kodim 0709 jarak rumah dengan tempat kerja sekitar 26 kilometer. Jika dihitung pulang pergi setidaknya setiap hari pria menjadi anggota TNI sejak tahun 1980 menempuh jarak 56 kilometer dengan sepedanya. Ya, jarak yang cukup lumayan untuk digenjot dengan sepeda yang dikendarai oleh orang separuh baya.

"Kalau ngebut bisa sampai sekitar 1,5 jam. Tapi kalau santai sampai dua jam perjalanan," ujar Budi Purwanto usai bertemu dengan wakil Bupati Kebumen H Rustriyanto SH, baru-baru ini.

Namun begitu, selama bertugas, dia mengaku tidak pernah terlambat. Dia mengantisipasinya dengan berangkat lebih awal. Setiap hari kerja, usai subuh dia sudah siap berangkat berkerja. Setelah pindah ke Koramil Kurawasan, dia sedikit lebih santai. Sebab jarak yang ia tempuh setiap hari relatif lebih pendek yakni sekitar 10 kilometer. "Pulang pergi sekitar 20 kilometer," katanya seraya menyebutkan selain membuat bugar badan dengan bersepada membuat dirinya menghemat pengeluaran.

Pria yang pernah bertugas dalam penanggulangan keamanan di Timor-Timur ini menceritakan, saat ini dia memiliki koleksi sepada sebanyak delapan unit. Tiga unit sepada merupakan jenis sepeda kumbang alias ontha. Yang tertua merk Beni produksi jepang tahun 1942. Sedangkan empat unit merupakan jenis janki dan satu sepeda gunung. Yang terakhir sepada tersebut merupakan hadiah dari Komandan Kodim 0709/Kebumen saat dijabat Letkol Kav Herman Kusuma pada peringatan HUT TNI tahun 2005.

"Semua sepeda masih saya rawat. Karena secara bergantian saya pakai untuk berangkat kerja," kata pria yang pernah menjadi prajurit penembak senapan di Pleton I Kompi B Batalyon Infanteri 413 Kostrad.

Selama 14 tahun bersepeda, bukan berarti tidak ada kendala. Salah satunya, kata bapak tiga anak itu adalah pada saat musim hujan, atau ketika tiba-tiba sepeda rusak di tengah jalan. Justru pada bulan puasa, dia mengaku tidak menjadi hambatan. Meski menjalankan ibadah puasa, tidak menyurutkan suami dari Hastuti itu untuk berangkat bekerja dengan naik sepeda. Namun yang paling ia keluhkan adalah perilaku para sopir bus antar kota yang relatif menang-menangan terhadap kendaraan yang lebih kecil.
"Kalau sudah ada bus yang begitu, saya terpaksa minggir bahkan turun dari jalan," kata pria yang anak pertamanya juga menjadi prajurit TNI dan bertugas di Batalyon 400 Raider.

Wakil Bupati Kebumen H Rustriyanto SH menyampaikan salut dengan apa yang dilakukannya. Bahwa tidak mudah selama 14 tahun bisa bertahan bekerja dengan mengunakan sepeda merupakan. Pada saat itu, wabup memberikan kenang-kenangan berupa jas hujan dan jaket tahan air dari Korea kepada Serka Budi. Serka Budi pun mengucapkan terimakasih dan akan menggunakan jas hujan itu saat hujan. "Selama saya masih kuat memakai sepeda, saya akan tetap berangkat kerja dengan naik sepeda," tandasnya.***