Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Saring "Photo"

Gambar
SEDIKIT orang yang setia terhadap profesi yang mereka jalani, salah satunya adalah Saring Niswan (68). Bagaimana tidak, lebih dari 43 tahun,  warga yang saat ini tinggal di  sebuah rumah  sederhana di RT 03 RW 09 Kelurahan Selang, Kecamatan Kota Kebumen itu menjadi seorang tukang foto keliling. Dengan modal kamera itulah dia bekerja keras menghidupi  keluarga hingga mengantarkan delapan anaknya menjadi seorang sarjana.
Kakek yang memiliki  13  orang cucu tersebut mulai memotret sebelum tahun 1964. Setelah lulus Sekolah Teknik Pertama dia ikut bekerja di studio Daya Bakti di kawasan Alun-alun Kebumen. Di studio itulah Saring muda mulai mengenal teknik fotografi mulai dari diafragma, kecepatan, pencahayaan, hingga non teknis seperti komposisi.
Di studio  itu pula dia juga mendalami teknik cuci film di kamar gelap. Merasa stagnan dia akhirnya mencoba peruntungan dengan mandiri.  Dengan sebuah kamera analog yang dia lupa mereknya, dia pun bertekad menahbiskan dirinya sebagai seorang tukang …

Awas!!! Belut Lombok Ijo Bikin Ketagihan

Gambar
JIKA Anda pernah melintas di Kota Gombong dan kebingungan mencari restoran, setelah membaca tulisan ini mudah-mudahan pengalaman itu tak akan terulang lagi. Mengapa demikian, saya akan merekomendasikan satu rumah makan yang layak disinggahi oleh pecinta kuliner yang makan tidak sekadar mencari kenyang. Belut Lombok Ijo Bikin Ketagihan.
Bagi yang belum tahu, Gombong merupakan satu kota kecamatan dari 26 kecamatan di Kebumen sekitar 20 kilometer arah barat dari pusat kota dengan slogan “beriman” itu. Meski hanya kota kecamatan, kota ini lebih populer ketimbang Kebumen. Tidak sedikit orang yang mengira bahwa Gombong merupakan kota tersendiri.
Oh ya, rumah makan yang saya maksudkan ialah Viva’sCafe & Resto. Meski di belakang nama ada embel-embel cafe & resto, jangan bayangkan rumah makan yang berada di Jalan Yos Sudarso (di depan Lapangan Manunggal) ini berdiri megah layaknya restoran di kota-kota besar. Rumah makan yang resmi dibuka pada Juli 2010 lalu dibangun dengan memanfaatkan …

Fitriyan Dwi Rahayu

Gambar
SAAT teman-teman sekolahnya merasa dag dig dug menunggu pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN), Fitriyan Dwi Rahayu (14) justru merasa santai. Siswa SMP Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa tengah itu masih melakukan kebiasaan sehari-hari, membantu pekerjaan orangtua di rumah, membaca buku, mendengarkan musik dan sesekali bermain gitar. Meskipun hasil UN belum diumumkan, tak pernah terpikir olehnya akan tidak lulus dalam ujian.

Ya, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Cipto Raharjo (51) dan Sukarni Mugi Rahayu (43) itu yakin akan lulus. Sebab, selama pelaksanaan ujian, dia merasa mengerjakan naskah soal yang diujikan tanpa kesulitan berarti. Bahkan saat mengerjakan soal ujian Matematika, menurutnya hanya satu soal saja ia merasa tidak sanggup mengerjakan.
"Saya sempat berpikir kalau soal Matematika yang diujikan salah he he he," ujar Fitriyan saat ditemui di rumah orangtuanya di RT 04 RW 01 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Kamis (6/5) …

Hachiko

Gambar
AKU menangis hari ini. Tidak sampai mengeluarkan suara memang. Hanya air mataku tiba-tiba melimpah membasahi kelopak yang kering. Kurasai tangisan itu, menikmati sensasinya yang luar biasa. Bagiku, menangis adalah sesuatu yang sakral dan istimewa. Terutama setelah aku beranjak dewasa.

Tangisanku bukan sakit hati karena dihianati. Atau khusyu' berdoa bersama saat pengajian. Bukan pula ditinggal pacar atau dipecat dari perusahaan. Aku menangis hanya karena seekor anjing dalam film "Hachiko: A Dog’s Story". Bukan karena aku terpukau oleh akting Richard Gere, melainkan hanya menangisi kisah kesetiaan anjing yang melebihi batas kelaziman.

Sungguh, aku tak peduli wibawaku anjlok karena menangis di bioskop. Aku juga tak mengerti, padahal saat menonton "Ratapan Anak Tiri" pada masa kecilku tak sedikit pun air mata keluar. Saat adegan kakak beradik Netty dan Susi dipaksa mengepel, mencuci piring dan makan nasi basi oleh ibu tirinya yang kejam aku masih bisa tersenyum. …

warta nggondol nyawa

Gambar
PARA jurnalis di Kota Yogyakarta sungguh luar biasa. Pokoknya layak diapresiasi. Di tengah kesibukan mereka membuat berita, ternyata masih menyempatkan diri untuk berkesenian. Itu terbukti dengan sukses digelarnya pentas ketoprakWarta Nggondhol Nyawa di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu 03 April 2010 malam.

Pemeran dalam pentas ketoprak dalam memeringati Hari Pers Nasional (HPN) itu sebagian besar adalah para wartawan media massa baik cetak maupun elektronik yang bertugas di Yogyakarta. Pementasan itu juga didukung oleh seniman profesional seperti Kelik Pelipur Lara, Marwoto dan Susilo "Den Baguse Ngarso" Nugroho yang merupakan penulis naskahnya.

Selain para seniman profesional sejumlah tokoh juga ikut tampil seperti Hamzah HS (pengusaha), Ari Sujito (Dosen Fisipol UGM), Nuryudi (Kepala RRI Yogya), dan Triwiyono Somaharjo (Kepala TVRI Jogja). Pentas ketoprak wartawan tahun ini merupakan kali kedua. Di tempat yang sama, setahun lalu, saya juga menyaksikan pement…

Kuli Tinta Bersatu, Selamatkan Sungai dan Mata Air

Gambar
PERSOALAN yang semakin menjadi ancaman serius bagi warga di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah adalah terjadinya krisis air setiap musim kamarau dan ancaman banjir serta lonsor di musim penghujan. Begitu setiap tahun, datang dan pergi silih berganti sampai oleh masyarakat hal itu dianggap sebagai hal yang biasa.

Dinas Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kebumen mencatat, sepanjang 2009 di kabupaten yang terdiri dari 26 kecamatan dan 460 desa itu terjadi 24 bencana tanah longsor. Tanah longsor itu terjadi di 17 kecamatan dan mengakibatkan 123 keluarga menjadi korban. Meskipun tidak sampai menelan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan lebih dari Rp 617 juta.

Sebaliknya, ketika dua bulan tak lagi turun hujan bisa dipastikan, banyak aduan masyarakat meminta bantuan air bersih kepada pemerintah kabupaten. Tidak berlebihan, di kabupaten itu terdapat 82 desa yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah perbukitan setiap tahunnya mengalami krisis air.
K…

Liburan ke Bromo, Yuk

Gambar
BARANGKALI saya merupakan orang yang kesekian juta yang telah terpesona oleh keindahan panorama Gunung Bromo. Setidaknya sampai saya menulis note ini, pemandangan di gunung yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu benar-benar menakjubkan. Tidak salah jika gunung dengan ketinggian 1.000-3.676 meter dpl itu menjadi FN (Fotografer.Net) Most Wanted 2009untuk kategori lokasi hunting, mengalahkan nomine lain yakni Kota Tua dan Pulau Belitung.

Boleh dibilang saya menyesal saat mengunjungi Gunung Bromo akhir Januari 2010 lalu. Mengapa tidak sedari dulu menyempatkan diri meninggalkan rutinitas dengan bertadabur dan mengumi keajaiban alam ciptaan Tuhan. Toh, ternyata untuk mencapai itu lokasi itu tak sesulit yang saya bayangkan. Tidak harus seperti mendaki Puncak Garuda, Gunung Merapi sebelum hilang terkena erupsi 2006. Atau mendaki Merbabu, Lawu atau Semeru yang harus bertaruh nyawa untuk mencapai puncaknya.Untuk sampai di gerbang utama menuju laut pasir di lokasi yang disebut C…

Siapa Peduli Khoriah?

Gambar
COBAAN berat menguji kesabaran Samirah (35) sebagai seorang ibu. Bagaimana tidak, putri pertamanya Khoriah Nur Mayasari (4) tidak tumbuh secara normal karena penyakit hydrocepallus yang dideritanya.

Ya, kendati anak seusianya telah masuk playgroup, Khoriah belum memampu berbicara pun berjalan. Nyaris, 24 jam ia sepenuhnya bergantung kepada orang tuanya. Buah hati pasangan Samirah dan Danuraharjo warga RT 01 RW 03 Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen itu hanya bisa memandang dengan tatapan memilukan.

"Namun sebagai ibu, saya mengerti bahasa tubuhnya. Misalnya, saat lapar dia akan mengecap-ngecapkan mulut," kata Samirah di rumahnya, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, akibat penyakit yang dideritanya, berat tubuh Khoriah hanya mencapai 5,5 kilogram. Ukuran kepala yang tidak proposional dengan tubuhnya membuat kodisi bocah itu semakin memprihatinkan. Kepalanya membesar kontras dengan tubuh yang kurus tinggal tulang.
Tidak cukup itu derita yang menimpa Khoriah. Ternyata,…

Akhirnya Saya Dipanggil Polisi (2-habis)

Gambar
"Biasanya di depan pak pulisi, saya banyak bertanya. Namun hari ini saya justru hanya disuruh menjawab." Begitu bunyi dua kalimat yang saya tulis di status Facebook, sesaat setelah duduk di hadapan penyidik Polres Kebumen, Kamis (7/1/2010).

Meski dalam surat panggilan, saya akan diperiksa di ruang Satuan Reskrim, namun ternyata pemeriksaan dilakukan di ruang Tidak Pidana Korupsi (Tipikor). Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.30 atau terlambat 30 menit dari dari jadwal. Ada 14 pertanyaan yang harus saya jawab, meskipun ada beberapa yang sudah terisi meski aku belum menjawabnya. Semisal pertanyaan apakah saya dalam kondisi sehat jiwa dan memberi jawaban tanpa tekanan.

Saya nggak protes, bahkan bangga karena dinilai sehat ruhani dan tidak tampak seperti orang yang tekanan. Maklum akibat berbagai tekanan seperti ekonomi, ditinggal kabur pasangan atau tak kuat atas tekanan istri yang maniak mengintimidasi melatar belakangi kasus bunuh diri di Kebumen. Empat belas pertanyaa…

Akhirnya Saya Dipanggil Polisi (1)

Gambar
PERKARA yang menimpa wartawan Radar Banyumas, Chuby Tamansari dalam kasus pencemarkan nama baik sebagaimana pasal 310 KUHP akhirnya membawa saya berurusan dengan aparat kepolisian. Senin, 04 Januari 2009 pukul 13.46 WIB, saya menerima surat panggilan pemeriksaan dari Polres Kebumen. Surat dalam amplop berkop Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah Resor Kebumen itu disampaikan dua orang kepada saya di kantor PWI Kebumen, Jalan HM Sarbini No. 29.

Dalam surat panggilan yang tertulis PRO JUSTITIA, No. Pol.: SP/02/I/2010/Reskrim yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Priyo Handoko SH selaku penyidik, saya dipanggil untuk menghadap Aiptu Sugiono di ruang Sat Reskrim Kamis 07 Januari 2009 pada pukul 09.00 WIB. Pemanggilan saya, menurut surat itu, untuk didengar keterangan saya sebagai saksi dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik.

Perkara ini bermula saat Chuby menulis berita tentang isu pembongkaran pemakaman di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan,…