Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010

Siapa Peduli Khoriah?

Gambar
COBAAN berat menguji kesabaran Samirah (35) sebagai seorang ibu. Bagaimana tidak, putri pertamanya Khoriah Nur Mayasari (4) tidak tumbuh secara normal karena penyakit hydrocepallus yang dideritanya.

Ya, kendati anak seusianya telah masuk playgroup, Khoriah belum memampu berbicara pun berjalan. Nyaris, 24 jam ia sepenuhnya bergantung kepada orang tuanya. Buah hati pasangan Samirah dan Danuraharjo warga RT 01 RW 03 Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen itu hanya bisa memandang dengan tatapan memilukan.

"Namun sebagai ibu, saya mengerti bahasa tubuhnya. Misalnya, saat lapar dia akan mengecap-ngecapkan mulut," kata Samirah di rumahnya, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, akibat penyakit yang dideritanya, berat tubuh Khoriah hanya mencapai 5,5 kilogram. Ukuran kepala yang tidak proposional dengan tubuhnya membuat kodisi bocah itu semakin memprihatinkan. Kepalanya membesar kontras dengan tubuh yang kurus tinggal tulang.
Tidak cukup itu derita yang menimpa Khoriah. Ternyata,…

Akhirnya Saya Dipanggil Polisi (2-habis)

Gambar
"Biasanya di depan pak pulisi, saya banyak bertanya. Namun hari ini saya justru hanya disuruh menjawab." Begitu bunyi dua kalimat yang saya tulis di status Facebook, sesaat setelah duduk di hadapan penyidik Polres Kebumen, Kamis (7/1/2010).

Meski dalam surat panggilan, saya akan diperiksa di ruang Satuan Reskrim, namun ternyata pemeriksaan dilakukan di ruang Tidak Pidana Korupsi (Tipikor). Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.30 atau terlambat 30 menit dari dari jadwal. Ada 14 pertanyaan yang harus saya jawab, meskipun ada beberapa yang sudah terisi meski aku belum menjawabnya. Semisal pertanyaan apakah saya dalam kondisi sehat jiwa dan memberi jawaban tanpa tekanan.

Saya nggak protes, bahkan bangga karena dinilai sehat ruhani dan tidak tampak seperti orang yang tekanan. Maklum akibat berbagai tekanan seperti ekonomi, ditinggal kabur pasangan atau tak kuat atas tekanan istri yang maniak mengintimidasi melatar belakangi kasus bunuh diri di Kebumen. Empat belas pertanyaa…

Akhirnya Saya Dipanggil Polisi (1)

Gambar
PERKARA yang menimpa wartawan Radar Banyumas, Chuby Tamansari dalam kasus pencemarkan nama baik sebagaimana pasal 310 KUHP akhirnya membawa saya berurusan dengan aparat kepolisian. Senin, 04 Januari 2009 pukul 13.46 WIB, saya menerima surat panggilan pemeriksaan dari Polres Kebumen. Surat dalam amplop berkop Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah Resor Kebumen itu disampaikan dua orang kepada saya di kantor PWI Kebumen, Jalan HM Sarbini No. 29.

Dalam surat panggilan yang tertulis PRO JUSTITIA, No. Pol.: SP/02/I/2010/Reskrim yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Priyo Handoko SH selaku penyidik, saya dipanggil untuk menghadap Aiptu Sugiono di ruang Sat Reskrim Kamis 07 Januari 2009 pada pukul 09.00 WIB. Pemanggilan saya, menurut surat itu, untuk didengar keterangan saya sebagai saksi dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik.

Perkara ini bermula saat Chuby menulis berita tentang isu pembongkaran pemakaman di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan,…