Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Steak Hiu Pantai Selatan

Gambar
BOLEH jadi ikan hiu merupakan salah satu predator terkejam di lautan. Namun di daratan, terlepas dari segala kontroversinya, ikan ini menjadi santapan lezat bagi manusia. Nah, di sudut Kota Gombong, Kebumen terdapat sebuah kedai bernama Viva's Cafe & Resto yang menyajikan berbagai menu berbahan daging hiu. Salah satunya adalah steak hiu laut selatan.
    Berbagai varian steak hiu disediakan rumah makan ini. Antara lain steak hiu dengan sauce marinara, black pepper sauce, maupun dengan sauce tiram. Benar-benar menggoda saat steak hiu dihidangkan dengan tambahan sayuran segar dan buah stroberi. Selain tekstur dagingnya halus dan lembut, rasanya juga luar biasa melebihi steak ikan salmon maupun tuna.
    Oleh chef Edi Kurniawan (38) daging ikan hiu yang memiliki bau amisnya menyengat itu disulap dan diolah menjadi steak yang lezat. Steak hiu yang diolah dengan campuran sauce marinara sangat menggugah selera. Karena rasanya yang ekstrim dan sensasi manis, asam dan pedas jenis ini …

Rindu Serabi Kebumen

Gambar
"GUE orang Kebumen asli. Cuman sekarang ini lagi di Malaysia. Meskipun di Malaysia tapi masih ingat dengan Kebumen apalagi dengan jajanan Kebumen. Di sini nggak ada soto, bakso, mie ayam, serabi, apalagi sate dan emping khas ambal. Win kangen dengan semua masakan Kebumen." Demikian tulisan Winarni warga asal Kebumen dalam sebuah situs tentang makanan. Dalam tulisan itu terlihat begitu besarnya kerinduannya terhadap makan khas daerah asalnya. Ya, saat berada jauh di negeri orang, selain keluarga dan sanak famili, makanan kadang kala menjadi pengikat masyarakat pada tempat asalnya. "Di sini adanya roti canai, nasi lemak, mie tomyam, kuetyaw, muruku India punya," imbuhnya. Winarni barangkali hanya mewakili kerinduan orang perantauan terhadap kuliner kampung halamannya. Masih banyak orang yang menyimpan kerinduan pada makanan daerah asalnya. Mafhum jika sejumlah makanan khas itu kini tidak dijual luar daerahnya. Barangkali itu untuk memenuhi kerinduan itu. Boleh jadi saat…

Tongseng Pak Mulyorejo

Gambar
BAGI mereka yang mempunyai makanan favorit berupa tongseng, tentu tidak sulit untuk mendapatkannya. Sebab, hampir pasti di setiap warung sate kambing menjual makanan daging kambing berkuah itu. Namun begitu, tidak mudah mendapati penjual tongseng yang tanpa menggunakan penyedap rasa kimia.
    Di Gombong terdapat sebuah warung tongseng yang benar-benar bebas dari Mono Sodium Glutamate (MSG). Warung tongseng Pak Mulyorejo namanya. Warung kaki lima yang berada di Jalan Stasiun Gombong itu, sudah sekitar 58 tahun bertahan menjual menu tersebut tanpa penyedap rasa.     Warung tongseng di sebelah barat Kantor Pegadaian Gombong tersebut memang tidak hanya sederhana. Melihat keadaannya layak jika warung itu dikatakan seadaanya. Tapi jangan salah, soal rasa, jangan ditanya. Nendang banget alias mak nyus, begitu barangkali dalam bahasa Bondan Winarno, sipembawa acara Wisata Kuliner di salah satu stasiun televisi swasta yang terkenal itu.
    Racikan rempah-rempah seperti manis jangan, kayu mani…

Sate Ambal "Pak Kasman"

Gambar
KABUPATEN Kebumen memiliki banyak potensi yang luar biasa termasuk dalam bidang kuliner. Satu di antaranya yang telah melegenda adalah sate khas Ambal. Keunikan pengolahan, bumbu dan citra rasa satenya yang khas membuat Sate Ambal memperkaya khazanah kuliner di Nusantara.
     Sate Ambal yang diwariskan secara turun temurun itu saat ini telah menjadi identitas kuliner Kebumen. Generasi penjual sate ambal  sate ambal yang masih hidup saat ini ialah Kasman (70). Pengetahuannya membuat sate Kasman diperoleh dari ayahnya bernama Pak Sabar. Sedangkan Pak Sabar yang juga penjual sate belajar orangtuanya bernama Samikin juga merupakan tokoh Sate Ambal. 
    Pak Kasman merupakan generasi ketiga dari tokoh sate Ambal. Tradisi berjualan sate khas Ambal itu juga dilanjutkan oleh kelima anak Pak Kasman. Mereka membuka warung sate di sepanjang jalan Daendels di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal.
Jika Anda melintas di Jalan Daendels, aroma asap pembakaran daging ayam mudah tercium s…

Soto Bebek Pak Kenthung's

Gambar
LAZIMNYA masakan soto memakai daging sapi, kerbau, atau ayam. Namun di Gombong, sebuah warung soto yang diberi nama Kedai Pak Kenthung's menawarkan menu soto unik yang memakai daging bebek.
    Tak sekadar berbeda pada suwiran daging bebeknya, soto bebek di warung yang terletak di Jalan Gereja No 99 Gombong persisnya sekitar 100 meter sebelah selatan objek wisata Benteng Van der Wijck Gombong itu juga sangat unik. Edi Kurniawan (38) pemilik kedai itu membuat sotonya dengan cara memadukan antara soto khas Sokaraja dan soto khas Gombong.
    Selain kuahnya yang buket dari bumbu-bumbu seperti mucang, kacang tanah, rasanya juga gurih dengan kuah kaldu khas soto Sokaraja. Aroma rempah-rempah yang menjadi bumbu utama menjadikan soto bebek tersebut menggoda selera.
    Sebagai penanda ciri khas soto Gombong adalah dilengkapi dengan bergedel yang terbuat dari gethuk goreng. Perkedel yang menjadi pelengkap soto tidak terbuat dari kentang, melainkan dari ketela. Ketela yang dikupas dan dik…

Lotek Pak Dikun

Gambar
JIKA bingung mencari menu makan, lotek bisa menjadi menu pilihan. Di Kebumen terdapat banyak warung yang menjual makanan berbahan sayur-sayuran itu. Salah satu yang paling terkenal adalah warung rujak dan lotek Pak Dikun di pinggir jalan A Yani Kebumen.
    Meski sederhana, warung yang terletak berseberangan dengan toko mebel Jepara Indah itu selalu dipadati pengunjung. Tidak heran banyak sepeda motor atau mobil yang parkir di depan warung yang berdiri sejak tahun 1992 itu. Pembeli paling banyak biasanya pada saat jam-jam makan siang.     "Rasanya memang nendang banget. Pedasnya terasa pas," ujar salah satu pelanggan, Bambang Susatyahadi.     Ya, berbagai kalangan menjadi pelanggan setia warung tersebut. Mulai dari pegawai Pemkab Kebumen, karyawan bank, pegawai pengadilan, guru, dan para pedagang. Banyak pula pejabat yang tidak canggung mampir di warung tersebut. Bahkan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih saat masih menjabat Bupati Kebumen pernah ngelotek di warung tersebut.
 …

Soto Pak Kun

Gambar
KULINER terus berkembang seiring dengan kreatifitas manusia. Begitu kesimpulan setelah merasakan soto di warung soto Pak Kun di Jalan Arungbinang No 11 persisnya di depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebumen, Jumat (29/4). Saat dihidangkan, sekilas soto tersebut mirip soto semarang. Bening dengan sayur taoge dan soun. Namun setelah merasakannya, soto yang dihidangkan dengan nasi itu tidak seperti Soto Semarang. Tidak menonjolkan bawang putih juga tidak ada taburan bawang putih sebagai ciri khasnya. Uniknya, kuah soto ayam tersebut ada karinya. Selain itu, ada tambahan sayur kobis. Selain rasa kari yang cukup menonjol, rasanya juga sangat gurih. Aroma rempah-rempah terasa yang sehingga menggugah selera. "Rempahnya terasa banget. Tapi enak, rasanya juga unik," Ariningsih, seorang pembeli menyampaikan testimoninya. Menurut pemiliknya Fajar Kuncoro (35), soto tersebut merupakan hasil modifikasi dari berbagai jenis soto di Nusantara. Dia sengaja berkreasi menciptakan citra rasa sot…