About Me

My photo
If god has a permission, i just wanna be a prophet after muhammad. I even have an obsession tobe a god. But that dream has gone after i was born in this world.

Wednesday, December 5, 2012

Seafood, Ikon Kuliner Pantai Logending

Menu Seafood  di Warung Bu Nanang Pantai Logending 
MENGUNJUNGI objek wisata Pantai Logending di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, rugi rasanya jika tidak sekaligus berwisata kuliner. Bagaimana tidak, Pantai Logending terkenal dengan seafood-nya yang lezat. Salah satu tempat yang menjadi ikon wisata kuliner di pantai tersebut ialah Warung Bu Nanang.

Ya, di warung makan yang dikelola oleh Endang Watdi Nanang (54) bersama istrinya Anikem (46) itu menyediakan sejumlah menu seafood seperti ikan bawal, udang, dan kepiting. Menu yang sangat digemari antara lain kepiting saos tiram, udang tepung, mapun udang asam manis. Selain itu menu bawal bakar juga tidak kalah lezatnya.

Selain resep dan bumbu-bumbunya yang khas, keistimewaan seafood di warung yang terletak di tepian pantai itu adalah bahan-bahan yang masih segar. Itu karena seluruh bahan yang diolah dibeli langsung dari para nelayan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI). Seperti TPI Logending, Argopeni, Karangduwur hingga TPI Pasir.

"Ikan tangkapan nelayan Kebumen terkenal segar. Mereka melaut hanya sehari, pergi pagi pulang sore. Beda nelayan daerah lain yang sampai berminggu-minggu di lautan," ujar Endang Watdi Nanang dalam perbicangan di warungnya, baru-baru ini.

Selain bahan yang masih segar, harga sangat murah karena sama dengan pembelian di tempat pelelangan. Jika harga lelang sedang turun harga di warung ikut turun, begitu sebaliknya. Selain itu, sebagai mantan nelayan, bapak satu anak dan kakek satu cucu itu paham betul jenis-jenis ikan yang berkualitas tinggi. 


Ini dia yang namanya Pak Nanang
Salah satunya udang dogol, memiliki nilai ekonomi tinggi berwarna cokelat kebiru-biruan. Untuk ukuran 30 pieces per kilogram harganya Rp 80.000/kg. "Jadi sama-sama udang, banyak sekali jenisnya," imbuhnya.

Pria asli Tasikmalaya, Jawa Barat itu berkisah, warung seafood miliknya mulai buka  sekitar tahun 2000. Namun sejak tahun 1984 istrinya yang asli Ayah sudah membuka warung makan di kawasan pantai. Yakni menjual bakso, mie ayam dan nasi rames. Sedangkan dirinya sehari-hari menjadi seorang nelayan.

Ceritanya, pada suatu saat ada sejumlah kelompok pemancing yang meminta istrinya memasak ikan hasil pancingan mereka. Ternyata hasil masakannya dinilai enak dan tidak kalah dengan koki profesional. Para pemancing yang sebagian pengusaha keturunan Tionghoa itu juga banyak mengajari bagaimana mengolah seafood agar enak disantap.

"Mulai dari situ, kami mulai berjualan seafood," ujar Nanang yang didampingi istrinya.

Langganan Pejabat

Keberadaan warung seafood Bu Nanang mulai dikenal dari mulut ke mulut. Sampai akhirnya warung tersebut menjadi langganan para wisatawan maupun para pejabat sipil, Polri maupun TNI yang selesai kunjungan ke Kecamatan Ayah. Bupati Kebumen mulai dari Dra Hj Rustriningsih MSi, KH Nashiruddin Al Mansyur hingga H Buyar Winarso SE menjadi salah satu pelanggan. Lihat saja, dinding warung yang buka mulai pukul 09.00 sampai 20.00 tersebut dipenuhi foto-foto para pejabat yang pernah singgah.

"Bahkan tidak sedikit pengunjung yang minta fotonya ikut ditempel di dinding warung," imbuh Nanang sembari tersenyum.


Warung sederhana  ini jadi langganan wisatawan
dan para pejabat
Nanang bersyukur, saat ini usaha yang dikelolanya terus berkembang. Jika dahulu hanya menempati warung kecil, sekarang telah memiliki tiga warung. Dia juga dibantu oleh 10 orang yang seluruhnya masih keluarga sendiri. 

Selain bisa membangun rumah, dari usahanya itu dia telah memiliki mobil. Anak semata wayangnya Eko Romadani (27) mulai dilatih untuk melanjutkan mengelola warung. 

"Sebenarnya banyak yang menawari untuk membuka cabang baru. Namun saya masih belum kepikiran," tandasnya.***

No comments:

Post a Comment

terima kasih Anda telah memberikan komentar di blog ini