Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Pengakuan Bekas Gembong Narkoba (3-Habis) Jauhi Mafia, Sengaja Mencuri Agar Masuk Penjara

Gambar
SEKITAR 11 tahun tenggelam di dunia hitam, Hadi Suprojo (39) merasa hidupnya semakin tidak jelas. Banyak duit dihasilkan dari menjadi gembong Narkoba. Tetapi itu semua tidak membuatnya senang bahkan menjadikan hidupnya tidak tenang. 

"Hidup saya rusak karena kecanduan narkoba. Sekali hirup saya bisa habis sampai 4 gram heroin," ujar Hadi Suprojo saat ditemui Suara Merdeka di gubuknya yang berada di hutan Blawong, Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kebumen.
Untuk mencari ketenangan jiwa, maka setelah selesai transaksi Hadi sering lari mencari tempat sepi. Dia kerap pergi ke hutan di Gunung Slamet dan Kerinci menemui guru spiritualnya. Sedikit demi sedikit Hadi berusaha lepas dari jaringan mafia Narkoba hingga akhrinya, sekitar tahun 1998 dia pulang ke Kebumen.
Awal-awal di Kebumen, bapak delapan anak itu menepi di gua Menganti, perbukitan karst di Kecamatan Ayah. Bahkan di membuang uang Rp 250 juta beserta pistol jenis FN yang biasa dipakai ke laut selatan. "Uang itu saya angg…

*Pengakuan Bekas Gembong Narkoba (2) Gaji Rp 250 Juta Habis untuk Pesta

Gambar
TEKAD untuk mengasingkan diri dengan tinggal di tengah hutan Blawong, Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kebumen sudah bulat dijalani Hadi Suprojo (39). Satu setengah tahun tinggal di hutan, istrinya Siti Romidah (29) dan tujuh anaknya sudah terbiasa hidup berdampingan dengan alam.
Pria kelahiran Dusun Kalipuru, Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kebumen itu tidak ingin anak-anaknya terseret ke dunia hitam seperti dirinya. Meski demikian, dia bersyukur masih menjumpai pintu taubat sehingga bisa lepas dari jerat narkoba dan jejaring mafianya.
Hadi bertutur, kehidupan kelamnya bermula saat dia merantau ke Jakarta setelah putus sekolah kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Kehidupan keras di Jakarta membuat Hadi menjadi anak jalanan. Meski masih anak-anak, mencopet, berkelahi, mencuri,dan mabuk-mabukan menjadi pekerjaan sehari-hari.
Sampai pada akhirnya Hadi bekerja di sebuah klub malam di Jakarta. Awaknya dia hanya sebagai tukang bersih-bersih. Karena dikenal kuat dalam minum-minuman keras dosis …

Pengakuan Bekas Gembong Narkoba (1) Bertaubat, Memilih Tinggal di Tengah Hutan

Gambar
JIKA tak melihatnya sendiri, sulit percaya masih ada manusia yang  tinggal di tengah hutan. Sejak 1,5 tahun lalu Hadi Suprojo (39) bersama keluarganya memilih tinggal di tengah hutan Blawong, masuk wilayah  Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah.
 Bersama Sarmidah (63) ibunya,  Siti Romidah (29) istrinya  dan tujuh orang anaknya, Hadi Suprojo sehari-hari tinggal di gubuk ukuran 3x4 meter. Rumah panggung itu sebagian berdinding papan kayu dan seng.  Sedangkan atapnya dibangun menggunakan asbes. Di dalamnya hanya terdapat dua lembar busa yang dijadikan alas tidur dan rak kayu untuk menempatkan pakaian bersih.
Di belakang rumah panggung terdapat gubuk yang difungsikan untuk memasak.  Di rumah itu tidak ada satu pun peralatan  elektronik termasuk jam dinding sekalipun . Pada malam hari, mereka hidup dalam gelap karena alat penerangan lampu minyak pun tidak tersedia. 
"Ketimbang beli minyak lebih baik untuk membeli beras. Kalau ingin lebih terang bikin perapian saja," …