Posts

Showing posts from 2015

Santap Siang "Dhaharan Jawi" di KantiNia

Image
BAGAIMANA pun seorang penggila kuliner telah berpetualang aneka makanan di berbagai daerah nusantara dan mancanegara, tidak akan pernah meninggalkan selera asal. Sebagai orang jawa misalnya, tentu masakan jawa sudah mendarah daging dan tak bisa tergantikan.
    Menu masakan jawa cukup spesial dapat dinikmati di rumah makan KantiNia yang terletak di Jalan Aroengbinang 21 persisnya di depan markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen. Di antara menu yang ditawarkan, menu yang diberi nama Dhaharan Jawi atau disingkat dengan Dharwi ini menjadi salah satu andalan dan cukup menjadi favorit para pengunjung.
    Penasaran dengan menu tersebut? Dharwi merupakan satu paket menu yang terdiri atas nasi bakar yang dibungkus daun pisang, kemudian dilengkapi lauk daging ayam goreng atau bakar. Pilihan pengganti lain bisa bebek atau ikan nila dan bawal, tergantung selera. Kemudian tahu, tempe, dan ikan asin yang semua digoreng kering.
    Sayur asem yang dilengkapi dengan jagung muda sangat menggoda sel…

Bersama Merayakan Cap Go Meh

Image
TRADISI Cap Go Meh atau hari ke-15 Imlek di Kabupaten Kebumen dirayakan dengan penuh kegembiraan.  Sukacita itu tak hanya dirasakan oleh warga keturunan Tionghoa yang memiliki keterikatan dengan kalender solar lunar yang dianut oleh para leluhurnya di Tiongkok. Masyarakat yang bukan keturunan Tionghoa pun ikut ngayubagyo dalam perayaan itu.

Seperti saat ritual Jut Bio, sebuah ritual mengarak patung Kong Co dan Mak Co atau dewa-dewi keliling kota, Kamis, 05 Maret 2015, pengiringnya bukan hanya kesenian barongsai dan liong samsi, tetapi juga kesenian tek-tek khas Kebumen, rebana yang dimainkan oleh para santri Pondok Pesantren Al Falah Somalangu, dan para remaja berjilbab yang tergabung dalam  komunitas Gusdurian Kebumen.


Arak-arakan dimulai sekitar pukul 14.30. Adapun rupang Kong Co dan Mak Co yang diarak ialah tuan rumah Kelenteng Kong Hwie Kiong yakni Mak Co Thian Shang Ze Mu", yakni Dewi Laut dan  tuan rumah Kelenteng Hok Tek Bio Gombong, Kong Co Hok Tek Cin Sin  atau Dewa Bumi. …

Brodonolo, Bengkel Motor Custom yang Mendunia

Image
JIKA menaiki sepeda motor pabrikan terlalu biasa, membangun sepeda motornya sendiri adalah pilihan bagi sebagian orang. Di Kebumen terdapat sebuah workshop yang mampu membangun sepeda motor custom dengan spesialisasi motor gede jenis chopper. Tak hanya diakui di dalam negeri, kualitasnya kini makin mendunia.
    Adalah Brodonolo Custom Garage, awalnya memproduksi beragam bentuk dan jenis tangki custom bagi mereka yang hobi permak motor  dengan tampilan klasik model custom. Sejak 2010, workshop milik Andi "Kendil" Septianto (25) mulai menerima pesanan membangun motor gede yang desainnya disesuaikan dengan selera pemesan.
 Rata-rata sepeda motor yang dibangun ialah motor gede berkapasitas 500 hingga 1000 cc. Motor custom menggunakan mesin berbagai merek seperti Yamaha XS 650, Harley Davidson, hingga Norton. Selain mesin yang diimpor, sejumlah part seperti tangki, slebor, frame, merupakan handmade bengkel yang berada di Jalan Tentara Pelajar 29 Kebumen. Tetapi sebagian seperti s…

Kelenteng Kong Hwie Kiong

Image
Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, kelenteng bukan sekadar tempat sembahyang para penganut Tri Dharma yakni Budha, Konghucu, dan Taoisme. Kelenteng mempunyai fungsi sosial, yakni sebagai pemersatu dan mempererat persaudaraan antara warga Tionghoa. Salah satu fungsi sosial itu terlihat di kelenteng Kong Hwie Kiong. Selain menjadi tempat ibadah, kelenteng yang berada di Jalan Pramuka nomor 41 Kebumen itu juga menjadi tempat berkumpul warga keturunan Tionghoa. Apalagi dalam rangkaian perayaan Imlek, intensitas warga berkumpul di tempat ini meningkat.
Terletak di tengah kota Kebumen, kelenteng Kong Hwie Kiong dibangun pertama kali oleh Liem Kik Gwan seorang letnan keturunan Tionghoa pada tahun 1898.
Liem Kik Gwan merupakan seorang petugas pengumpul pajak (Kong Sin) bagi orang-orang Tionghoa untuk diserahkan kepada Belanda. Kelenteng dibangun sebagai tempat ibadah warga keturunan Tionghoa yang saat itu jumlahnya sudah cukup banyak.
Menurut tokoh Tionghoa Kebumen, R Sutanto Kolopa…

Selamat Tahun Baru Imlek 2566

Image
TAHUN baru Imlek atau Sin Tjia 2566 dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Kebumen dengan sederhana. Pada malam pergantian tahun, para penganut Tri Dharma menyambut detik-detik pergantian tahun menggelar sembahyang dan doa bersama di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Kong Hwie Kiong, mulai Rabu (18/2) malam hingga Kamis (19/2) dini hari.  Dalam ritual yang berlangsung sekitar pukul 24.00 para penganut Tri Dharma berdoa untuk kedamaian dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Selesai khidmat berdoa bersama di depan altar, acara dilanjutkan dengan saling memberi ucapan selamat tahun baru kepada semua yang datang. Sejumlah warga keturunan Tionghoa yang bukan penganut Tri Dharma juga tampak di kelenteng. Tanpa mengikuti sembahyang, mereka ikut merayakan pergantian tahun dengan semangat kebersamaan.  Sebelum melaksanakan ibadah, warga yang datang menyalakan lilin berukuran raksasa yang memenuhi ruangan utama kelenteng. Di batang lilin-lilin berwarna merah …

Soto Djiancuk di Sonopakis

Image
WARUNG soto ini sudah menjadi favorit saya sejak "ngantor" di Sonosewu, beberapa tahun lalu. Lokasinya di Sonopakis, Ngestiharjo, Bantul berjarak sekitar 500 meter dari kantor redaksi Bernas Jogja, tempat saya bekerja dulu. Dari Universitas PGRI lurus ke arah barat sekitar 450 meter di kiri jalan. 


Selain rasa soto-nya yang khas bumbu rempah-rempahnya, desain interior warungnya juga unik dan nyeni. Banyak lukisan dan ornamen yang nyleneh. Terlihat urakan, tapi jujur dan apa adanya. Bagi yang suka sate keong, tersedia pula di warung yang berada di tepi Rawa Kalibayam itu.



Merawat Masa Lalu dengan Sepeda Tua

Image