Posts

Showing posts from 2009

Motif Batik Kebumen

Image
SALAH satu kekuatan batik sebagai sebuah karya seni asli Nusantara adalah kekayaan motif dan coraknya. Keanekaragaman motif batik inilah yang memubuat meskipun banyak yang mengenakan batik tulis, namun antara satu dengan yang lain tidak ada yang sama motifnya.

Untuk batik Kebumen memiliki motif-motif khas antara lain jagatan, pring-pringan, glebagan, kupat-kupatan dan lainnya. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, motif-motif tersebut terus berkembang. Kegiatan seperti lomba desain motif batik khas Kebumen yang digelar oleh Pemkab setempat juga mendorong perajin batik tulis untuk terus berinovasi bereksperimen mengembangkan motif batik agar tidak stagnan.

"Kalau tidak ada perkembangan motif yang dinamis, pemakai kain batik tentu akan merasa jenuh," ujar Ketua Paguyuban Batik Lawet Sakti Kebumen H Hamami Abdul Rohman saat ditemui, di kediamannya, Dusun Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kota Kebumen.

Namun persoalan yang dihadapi sekarang ini adalah keterbatas…

krisis air (2)

Image
MARIYEM menghela nafas panjang setelah semua tiga jerigen yang ia bawa terisi air, kemarin. Pukul 12.00 WIB akhirnya dia pulang berjalan kaki sembari menggendong satu persatu jerigen yang masing-masing berisi 20 liter air.

Untuk mendapatkan 60 liter air bersih itu, warga RT 01 RW 02 Dusun Krinjingan, Desa Tugu, Kecamatan Buayan, Kebumen tersebut harus menunggu selama delapan jam. Air itu sebenarnya berasal dari sebuah mata air di balik perbukitan sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman. Namun untuk mendekatkan ke warga, air tersebut dialirkan dengan menggunakan sebuah pipa.

"Airnya sangat kecil. Untuk bisa memenuhi satu jerigen perlu waktu 15 menit," kata Mariyem sela-sela menunggu jerigennya terisi air.

Kecilnya debit air membuat anteran jerigen mengular semakin panjang. Warga pun harus sabar, seperti Mariyem yang mulai antre pada pukul 04.00 WIB dan baru mendapatkan air bersih pada pukul 12.00 WIB. Karena saking lama menunggu, sekitar pukul 08.00 WIB ia sempatkan pulang ke ruma…

watu rumpit

Image
MENELUSURI pelosok Kabupaten Kebumen, ternyata banyak ditemui lokasi yang memiliki panorama alam yang menakjubkan. Salah satunya di Desa Giripurno Kecamatan Karanganyar, memiliki sejumlah lokasi dengan panorama yang sulit dicari di daerah lain.

Salah satu yang cukup menarik adalah lokasi yang disebut oleh warga setempat sebagai bukit Watu Rumpit. Dari ketinggian lokasi itu, di sebelah selatan dapat terlihat landscape Kecamatan Karanganyar yang menawan. Tampak pula bangunan Padepokan Sehat Medika yang pimpinan Ki Suman Sri Husada. menarik tatkala sebuah kereta api, tampak seperti ular putih yang merambat pelan di hijaunya tanaman.

"Pada hari Minggu atau libur, banyak warga yang berada di tempat itu sekadar untuk melihat pemandangan alam," ujar Kepala Desa Giripurno, Warisah, kemarin.

Dinamakan Watu Rumpit, karena jalan untuk mencapai lokasi tersebut harus melewati jalan yang berada di kelilingi bebatuan. Batu-batu tersebut terbentuk bukan dibuat manusia melainkan dari pr…

Pulang Kampung

Image
TIDAK terasa, tahun ini sudah sekitar 15 tahun saya tidak lagi tinggal bersama orangtua di desa. Maklum, sejak duduk kelas dua sekolah menengah pertama saya mulai tinggal jauh dari orang tua. Selama 10 tahun terakhir ini, intensitas saya untuk menengok orangtua di desa juga semakin berkurang.

Saat masih kuliah di Yogya, mungkin hanya sekitar tiga bulan sekali saya pulang kampung. Intensitas itu terus berkurang saat memasuki dunia kerja. Atas nama kesibukan, waktu untuk bertemu dengan keluarga pun semakin tersita. Larut dan menikmati dalam peran sebagai seorang karyawan rendahan, membuat saya mementingkan pekerjaan daripada keluarga.

Kampung saya adalah sebuah desa yang dibelah oleh rawan Jalan Raya Pantura antara Semarang-Surabaya, persisnya di lereng sebelah selatan bukit Pati Ayam. Dukuh Tambakan RT 01 RW 02 Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, alamat lengkapnya. Meski masih dalam satu provinsi dari tempat saya tinggal sekarang, sekitar tujuh jam perjalanan darat, ter…

sagon kelapa

Image
LEBARAN identik dengan suguhan penganan berupa kue kering. Namun sekarang ini tidak banyak lagi dijumpai masyarakat yang menyuguhkan kue kering tradisional seperti sagon kelapa, kue semprong, bolu emprit, dan roti kacang. Mereka lebih memilih kue kering buatan pabrik yang dinilai lebih berkelas dan bagus kemasannya.

Akibatnya kue-kue kering tradisional yang dulu pernah berjaya, semakin meredup popularitasnya. Padahal sebagin besar kue-kue itu diproduksi oleh industri kecil maupun industri rumah tangga. Dampak dari menurunnya permintaan, dari tahun ke tahun produksi para perajin pun terus menurun.

Salah satunya dialami oleh Tarmini (60) perajin sagon kelapa di Dusun Penasapan Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Perempuan yang menekuni usaha kue sagon sejak tahun 1968 itu mengaku sebelum tahun 2000, ia memproduksi penganan yang diolah dari tepung ketan, gula pasir dan kelapa itu setiap hari. Namun saat ini dia hanya memproduksi seminggu dua kali saja.

"Pembuatan hanya …

senam lansia

Image
LANJUT usia merupakan bagian dari tahap perjalanan hidup manusia yang tidak bisa dihindari. Sehat meski memasuki usia senja adalah harapan semua orang. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari sakit-sakitan.

Salah satunya dilakukan oleh para lansia di Dusun Sokka Kidul, Desa Sidokarso, Kecamatan Sruweng, Kebumen. Mereka secara aktif melakukan senam lansia secara rutin setiap. Bahkan sejak 5 Oktober 1999 lalu mereka mendirikan paguyuban senam lansia yang diberi nama "Ngesti Budi Utomo". Seminggu sekali sekitar 22 anggotanya ikut melakukan senam khusus lansia.

Ya, menyaksikan mereka melakukan senam, para lansia yang pada umumnya sudah di atas 70 tahun itu masih tampak bugar. Tawa renyah mereka sesekali terlihat saat melakukan gerakan-gerakan tangan. Masih lengkap dengan mengenakan pakaian olahraga, para lansia itu dengan tidak kalah dengan orang yang jauh lebih muda.

Salah satu lansia yang masih tampak sehat adalah Rusdiman (75). Pa…

kerajinan batok kelapa

Image
BATOK atau tempurung kelapa sepintas hanyalah sebuah sampah yang mungkin tidak berarti bagi sebagian orang. Padahal ditangani oleh tangan kreatif, batok kelapa bisa berganti rupa menjadi karya seni kerajinan yang bisa menjadi peluang usaha.

Adalah Senin (59) warga RT 04 RW 04 Dusun Cilalung, Desa Kejawang, Kecamatan Sruweng, Kebumen yang bisa mengolah batok kepala menjadi sejumlah kerajinan. Dari batok kelapa yang melimpah ruah di Kabupaten Kebumen, ia bisa mengolahnya menjadi sejumlah kerajinan seperti alat rumah tangga, semisal gelas, mangkok, siwur, irus, hingga aksesoris lainnya.

Sejak 30 tahun lalu, pria yang memiliki lima orang anak itu sudah menekuni kerajinan tangan tersebut. Berbekal coba-coba, akhirnya dia berani membuat berbagai macam kerajinan dari batok kelapa. Hingga saat ini, pria paruh baya itu pun masih bertahan menghidupi keluarganya dengan batok kelapa. Ia pun ingin mengembangkan kerajinan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Secara umum, proses pembuata…

krisis air (1)

Image
DUSUN Kalijambe Desa Kalisana, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah tampak lengang. Di sepanjang jalan desa yang menghubungkan antara Desa Langse dengan Desa Tlepok itu, hanya sesekali lewat warga bersepeda maupun berjalan kaki.

Hamparan sawah di sisi kanan kiri sebagian menghijau oleh daun tembakau siap petik. Namun sebagian lagi tampak menguning sewarna rumput yang mengering. Musim kemarau membuat sebagian petani tidak mau berspekulasi. Mereka lebih memilih membiarkan lahannya tanpa tanaman.

Maklum, warga di desa itu tidak hanya kesulitan air untuk menyirami tanaman tembakau, melainkan juga sulit mencukupi kebutuhan air bersih. Saat hujan menjauh, air tiba-tiba menghilang laksana ditelan tanah yang merekah. Sumur mengering dan sumber air yang tersisa pun jauh di balik pegunungan.

Pada pertengahan Agustus ini, salah satu sumber yang masih mengalirkan air adalah mata air di Alas Rembes, sekitar 5-7 kilometer dari rumah warga. Dari sumber itulah ratusan keluarga me…

Perajin Gembor

Image
MUSIM kemarau bagai mata uang yang mempunyai dua sisi saling yang bertolak belakang. Satu sisi musim ini dikeluhkan oleh para petani yang menanam padi termasuk warga daerah pegunungan yang dilanda kekeringan. Namun di sisi yang lain, datangnya musim kemarau disambut sukacita oleh para perajin gembor di Desa Mrinen Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bagi para perajin gembor, musim kemarau membawa banyak keuntungan. Mengingat saat musim kamarau menjelang, permintaan produk itu meningkat. Para perajin pun kebanjiran order dan rupiah yang mereka dapat pun berlipatganda dari hari biasa.

Seperti yang dialami oleh Sipul (65). Baginya, kemarau adalah berkah karena pesanan gembor meningkat dua kali lipat. Istilahnya, berapa pun jumlah yang dia bikin terbeli. Dia bahkan sampai menolak pesanan karena kekurangan tenaga untuk membuatnya.

Kendati dibantu oleh dua anaknya, Sipul masih kewalahan untuk memenuhi orderan. Untuk kejar target pesanan, dia mau tidak mau harus lembur unt…

menunggu bedug

Image
PADA bulan Ramadan, ada satu momentum yang paling ditunggu terutama bagi orang beriman yang berpuasa. Azan maghrib. Jika untuk hal lain, menunggu sangat membosankan, menanti adzan maghrib saat berpuasa memiliki sensasi yang tak tertandingi.

Selama hidup, ribuan hingga jutaan kali memaksa kita harus menunggu. Tentu, semua itu kita jalani dengan suasana yang tidak menyenangkan. Saat menunggu bapak pulang dari sawah untuk minta uang jajan, atau menunggu giliran pentas lomba menyanyi saat masih SD, hingga ketika menunggu giliran saat sibuyung akan disunat.

Beranjak besar, ada yang terpaksa merasakan bagaimana menunggu kiriman wesel dari kampung yang tak kunjung tiba. Menunggu pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi seperti dialami ribuan lulusan SLTA malam ini, atau menanti wawancara pertama kali saat melamar kerja. Tentu tidak terhingga untuk disebutkan persatu. Pastinya sulit menemukan bahwa menunggu yang menyenangkan selain menantikan bedug yang disusul azan maghrib berkumandang.

Ya, …

Kuliah Managemen di Warung Kelontong

Image
CUKUP lama saya berbincang dengan seorang pedagang warung kelontong di pojok jalan protokol tengah kota di Kabupaten Kebumen, beberapa waktu lalu. Banyak hal kami omongkan, mulai dari semakin sepinya pembeli warung, sampai masalah Pemilu Presiden.

Karena terlanjut dicap sebagai pendengar yang baik oleh sebagian orang, saya pun mendengarkan kisah pria setengah baya yang saya panggil Koh Chan itu hingga tuntas. Bahkan saat dia lama terdiam, saya masih takut untuk memotong kata-katanya. Barangkali dia tengah berpikir keras untuk mengeluarkan kisah-kisah terbaiknya.

Namanya juga ngobrol, tentu banyak hal dibicarakan. Kami bebas melompat-lompat dari tema satu ke tema lain. Sebebas obrolan warung kopi Lek Masinah (sebuah warung kopi terkenal kampung saya Dukuh Tambakan, Pati), karena tidak ada moderator yang mengatur waktu untuk menjawab. Selama perbincangan itu kami tidak perlu jaga pencitraan diri karena tidak ada satupun kamera menyorot kami berdua.

Sore itu, saya berguru banyak hal tentang…

Jangan Bersedih, Apalagi Gantung Diri

Image
SAYA tertegun, ketika melihat seorang pemuda terbujur kaku tak bernyawa, Selasa (16/6). Bagaimana bisa, pemuda yang masih berumur 25 tahun itu memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali plastik hanya gara-gara cintanya dihianati oleh kekasihnya.

Entah ide dari mana pemuda bernama Santoso Budi Hantoro itu memilih jalan pintas yang menyakitkan itu. Apalagi sebelum melakukan aksinya warga Desa Jatisari Kebumen itu sempat mengirim sms kepada kekasihnya melalui ponsel yang ia pinjam dari temannya.

"Ashadu allaila haillallah waashadu ana muhammadarrosulullah..ma 5fn aq ya ma aq ninggali kamu dengan cara kya begini,ma besok pg ma2 k sn ya..bs ga bs hars ke sn sl y ini psn q yg trhr ma km, aq mt ninggl orng2 yg aq sygi yg aq cnti krn cntq krn ksh syg ktlsnk k setiyaan q km abaikn km khianti km dusti km nodai ya udag ya ma..! ASSALAMMUALLAIKUM..INALILLAHI WA INNAILAHI ROJINGUN.."

Merinding juga saat saya membacanya.Jangan-jangan anak muda ini salah satu p…

Sambal Belut Bakar

Image
ANDA penyuka makanan belut? Jika ya, tidak ada salahnya mencoba mengunjungi Warung Pak Sunadi di Jalan Raya Kebumen-Kutowinangun KM 9. Warung sederhana di Dusun Kedungtawon Desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen itu menyediakan berbagai menu olahan hewan sejenis ikan yang bernama latin Monopterus albus.
Ya, berbagai menu yang disediakan seperti mangut belut, belut kecap, sayur belut, kripik belut, dan menu spesialnya adalah sambal belut bakar. Jika di Yogyakarta, Anda menemukan warung “SS” (Spesial Sambal) yang belutnya yang kecil-kecil goreng kering yang dilumat dengan cabe keriting, bawang putih, dan minyak jelantah, atau warung “Pak Sabar” yang pernah dipuji oleh Bondan Winarno, di Kebumen warung Pak Sunadi dijamin tak kalah sajian menu belutnya. Maklum selain kelezatannya, harga menu belut di warung itu cukup terjangkau. Dengan mengeluarkan Rp 8.000 Adapat menikmati satu porsi menu sambal belut dengan nasi yang dihidangkan masih hangat. Pantas, apabila para penggila kulin…

Antara Saya & Kematian

Image
Entah mengapa akhir-akhir ini saya seperti dipaksa melihat berbagai cara orang menghadapi kematian. Saking banyaknya, sulit untuk menghitungnya dan menyebutkan satu per satu bagaimana orang-orang (yang tidak aku kenal itu) meregang nyawa.

Saya juga terpaksa melihat jenazahnya yang ditemukan warga di sembarang tempat seperti seekor binatang yang ternistakan. Ada yang ditemukan warga membujur kaku di pinggir saluran irigasi dan dalam kondisi hampir membusuk. Baunya masya-Allah, membuat perut mual melebihi bau busuk apapun.

Adapula yang akhir hidupnya menjadi korban pembunuhan. Seperti belum lama ini, seorang laki-laki ditemukan mati dalam kondisi telanjangi dan ditenggelamkan di dalam bekas kolam ikan sebuah pekarangan. Sadis pula pelakunya. Selain mulutnya ditambal dengan plester, dua bagian tubuhnya diberi bandul berupa batu yang dimasukkan dalam karung "raskin". Mungkin hal itu dimaksudkan sebagai pemberat agar tubuh korbannya akan tengelam dan tidak diketahui orang lain.

At…

Yutuk, Makanan Khas Pesisir

Image
UNDUR-undur laut atau yang biasa disebut sebagai yutuk atau wrutuk biasanya dipakai sebagai umpan untuk memancing. Namun, hewan laut itu juga bisa diolah menjadi penganan yang lezat. Namun yutuk yang digunakan sebagai bahan dasar makanan ini berbentuk lebih besar dibandingkan dengan yang dipakai untuk umpan memancing.

Yutuk biasanya diolah dengan cara digoreng dengan campuran tepung bumbu atau biasa disebut dengan peyek yutuk. Di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Kebumen, terutama di kawasan objek wisata, peyek yutuk cukup digemari oleh wisatawan. Di sejumlah warung di pantai Bocor atau di pantai Suwuk peyek yutuk dapat dengan mudah dijumpai di sejumlah warung makan. Selain bisa langsung dimakan, peyek yutuk cukup enak untuk menemani makan nasi.

"Rasanya sangat gurih," ujar Hudiyanto (25) warga Krakal Kecamatan Alian saat menikmati Yutuk di salah satu warung di objek wisata pantai Suwuk, baru-baru ini.

Adapun cara pengolahan yutuk menjadi peyek yang siap saji cukup mudah d…

Kelamin Ganda Damas Dwi Andika

Image
DAMAS Dwi Andika (2,5) tampak riang saat bermain gambar-gambaran dengan kakaknya Aditya Fisga (5,5) serta beberapa bocah laki-laki lainnya di serambi rumah nenek buyutnya di Dusun Krajan RT 02 RW 03 Desa Kalirejo Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Sabtu (16/5). Sebagaimana lazimnya anak-anak di usai yang lucu-lucunya, permainan mereka dibumbui dengan gelak tawa.

Sekilas tidak ada yang membedakan antara Damas dengan bocah-laki-laki lainnya. Dari pakaian yang dikenakan, tingkah polahnya yang lincah serta cara bertuturnya mengesankan bahwa bocah itu adalah berjenis kelamin laki-laki seutuhnya. Bahkan dalam akta kelahiran yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kebumen, bocah kelahiran 29 September 2006 itu tertulis jenis kelamin laki-laki.

Namun siapa sangka jika anak kedua dari tiga bersaudara pasangan suami istri Ari Lukito (33) dan Maryatun (30) itu memiliki kelamin ganda (ambiguous genitalia). Pada awalnya orangtua bingung bagaimana memperlakukannya, apakah se…

Perlawanan Petani Urut Sewu

Image
RIBUAN petani di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Kebumen yang tergabung dalam Forum Paguyuban Petani Kabumen Selatan (FPPKS) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kebumen, Kamis (14/5). Aksi ribuan petani yang berasal empat desa di dua kecamatan yakni Desa Setrojenar, Brecong Kecamatan Buluspesantren dan Desa Entak serta Desa Petangkuran Kecamatan Ambal itu menolak daerah urut sewu dijadikan lokasi latihan dan uji senjata berat oleh TNI AD.

Massa aksi yang didukung elemen dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kebumen, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan didampingi LBH YAPHI itu menyampaikan aspirasi terkait sengketa lahan antara TNI AD dengan warga yang belum mencapai titik temu.

Dalam pernyataan sikapnya, massa yang diklaim diikuti oleh 2.500 orang itu, menuntut kepada Pemkab dan DPRD Kebumen seta semua instansi terkait untuk mengambil langkah kebijakan untuk menutup pusat latihan TNI AD di wilayah urut sewu.

Para petani juga menolak uji coba senjata b…